
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hingga hari ke-20 operasi, sebanyak 63 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 17 jenazah masih menunggu kepastian identitas.
Tambahan terbaru datang pada Jumat (2/10/2026). Tim DVI Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri kembali mengidentifikasi 12 korban.
Sebelumnya, pada Rabu (30/9/2026), DVI telah mengidentifikasi 10 jenazah sehingga jumlah korban teridentifikasi mencapai 51 orang. Dengan tambahan 12 identitas terbaru, jumlah tersebut menjadi 63 korban.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan proses identifikasi masih menghadapi kendala karena kondisi sebagian jenazah sudah mulai tidak utuh.
Namun, data ante mortem yang diberikan keluarga menjadi salah satu pembanding penting dalam proses identifikasi.

“Saat ini yang belum teridentifikasi sebanyak 17 jenazah, karena tadi baru masuk enam lagi,” ujar Hastry, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, tim DVI terus melakukan pemeriksaan menggunakan metode DNA, data medis, ciri-ciri korban, serta data pembanding lainnya.
“Mohon maaf apabila ada sedikit keterlambatan dalam identifikasi, namun kami terus melakukan identifikasi baik itu dari DNA maupun ciri lainnya,” katanya.
12 Identitas Terbaru
Dua belas korban yang berhasil diidentifikasi pada hari ke-20 yakni:
Yudis Tri Kurniawan (20) asal Sidoarjo, Tigi Dadang Prayudi (33) asal Surabaya, Jarot Setiawan (50) asal Blitar, Sulisman (39) asal Malang, Kumaedi (45) asal Kudus, Aji Albani (26) asal Pesawaran, M. Syahril (44) asal Barito Kuala, Imam Buhari (28) asal Banjarmasin, Zaenal Walad Husen (44) asal Karawang, Iyus (60) asal Garut, M. Taufiq (41) asal Malang, dan Marsiti (49) asal Banjarnegara.
51 Korban Telah Diidentifikasi Sebelumnya
Sebelum tambahan 12 identitas tersebut, sebanyak 51 korban telah lebih dulu dipastikan identitasnya oleh DVI.
Sepuluh korban yang diidentifikasi pada 30 September yakni Mohamat Sholeh (33), Gondham Prakoso (32), Nasib (43), Doddy Soemarno (37), Jevon Joechelin Jotham (19), Sutila (42), Aman Rahmandana (19), Erna (60), Yudhiarisandi (36), dan Danang Heriyanto (41).
Sementara 41 korban yang telah lebih dahulu teridentifikasi yakni Reyner Fausta Yosilianto (22), Nurul Rizal Hidayat (33), Deni Rizal Saputra (29), Imam Suparno (66), Erik Maosul Latif (37), Risan Kurnia Putra (28), Surya (59), Yuli (29), Muhammad Abdiannoor (30), Annas (48), Bagus Mahendra (20), Aldo Nur Rahmansyah (19), Jumrit (25), I Putu Angga Sudiana (22), Deny Dwi Saputra (32), Abdul Fikri (27), Tuti (29), Mashudi (27), Feris Sudaryanto (37), Aditya Firmansyah (19), Mahmud Sahudi (43), Taruno Hidayat (47), Ibnu Darmawan (24), Purkam (64), Dwi Prayambodo (36), Tri Sutrisno (30), Riski Ananta Agusena (23), Guntur Aji Pangestu (27), Triyono Basuki (45), Tihwin Nuryanto (43), Sugiatno (41), Ilham Muhammad Rozzaq (21), Yuli Purwanto (52), Muhammad Kholis (52), Surono (38), Muhammad Adam Assegaf (19), Susanto (36), Maulana Purwo Wibowo (19), Wati (48), Yaya Carya (58), dan Bambang Setya Budi (56).
Dengan demikian, total 63 korban telah teridentifikasi, sedangkan 17 jenazah lainnya masih menjalani proses pemeriksaan DVI.
Pencarian Korban Masih Berlanjut
Di sisi lain, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Basarnas terus melakukan penyisiran, termasuk di wilayah perairan Kalimantan Tengah yang dalam beberapa hari terakhir menjadi lokasi ditemukannya sejumlah korban.
Berdasarkan data operasi SAR yang dilaporkan sebelumnya, dari total manifes 243 penumpang dan kru, sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sementara puluhan korban meninggal dunia telah ditemukan dan sebagian masih dalam proses evakuasi serta identifikasi.
Kondisi bangkai kapal yang terbalik dan sejumlah lorong yang tertutup juga menjadi kendala bagi tim penyelam dalam melakukan pencarian korban di dalam kapal.
Proses identifikasi menjadi tahapan penting bagi keluarga korban. Kepastian identitas memungkinkan jenazah diserahkan kepada keluarga sekaligus menjadi dasar pengurusan hak-hak korban, termasuk santunan dan klaim asuransi.
Jasa Raharja sebelumnya menyatakan telah menyalurkan santunan kepada 46 ahli waris korban yang telah teridentifikasi.
Sementara itu, pihak pemegang saham PT Virgo menyatakan komitmen mendukung penanganan korban, penyelesaian hak asuransi, serta proses salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 bersama mitra internasional.
Pencarian dan identifikasi korban hingga kini masih berlangsung. Sebanyak 17 jenazah masih menunggu kepastian identitas sebelum dapat diserahkan kepada keluarga masing-masing.






