
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Prof. Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030.
Iwan memperoleh dukungan mayoritas anggota Senat ULM dalam pemilihan Rektor yang digelar di Lecture Theater Mini General Building ULM Banjarmasin, Jumat (2/10/2026).
Pemilihan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti surat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 881/DST/B.B1/KP.05.02/2026 tertanggal 29 September 2026.
Dalam pemungutan suara secara tertutup tersebut, Iwan Aflanie memperoleh 59 suara, disusul Achmad dengan 32 suara, sementara Rusmansyah memperoleh 1 suara.
Dengan hasil tersebut, Iwan Aflanie ditetapkan sebagai Rektor ULM untuk masa jabatan 2026-2030.

Suasana pemilihan berlangsung khidmat dan demokratis. Seluruh anggota Senat ULM hadir dan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan sosok yang akan memimpin perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Selatan tersebut selama empat tahun ke depan.
Usai dinyatakan terpilih, Iwan Aflanie menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan kepada semua pihak yang mempercayai saya untuk memimpin ULM 4 tahun ke depan,” ujarnya.
Iwan menegaskan, amanah tersebut akan dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan ULM dan seluruh civitas akademika.
“Semoga saya bisa mengabdi dan berbuat untuk ULM sebaik mungkin, mudah-mudahan saya bisa mengemban tugas ini dengan baik demi kemajuan civitas akademika ULM,” katanya.
Langkah Awal: Konsolidasi Internal
Ditanya mengenai langkah awal setelah terpilih, Iwan mengatakan dirinya akan melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak di lingkungan ULM.
“Langkah pertama yang saya lakukan, tentu komunikasi agar lebih baik, dan kerja sama dengan semua pihak dan insya Allah ULM melaksanakan pendidikan dengan lancar,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan setelah proses pemilihan berakhir.
Menurut Iwan, perbedaan pilihan dalam kontestasi pemilihan rektor merupakan bagian dari proses demokrasi di lingkungan kampus. Namun, setelah pemilihan selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu dan bekerja bersama untuk kemajuan ULM.
“Kami semua calon bertekad dari awal kami legowo kalau ada yang kalah, dan yang menang akan merangkul dan tetap bekerja sama satu dengan lainnya agar ULM lebih maju lagi,” pungkasnya.
Terpilihnya Iwan Aflanie menjadi babak baru kepemimpinan ULM untuk periode 2026-2030. Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan pendidikan dan riset, tetapi juga peningkatan daya saing ULM di tingkat nasional maupun internasional.
Dikutip dari Jejakrekam.com, proses pemilihan Rektor ULM tersebut berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan menjadi bagian dari mekanisme demokrasi kampus dalam menentukan kepemimpinan baru.
Dengan terpilihnya Iwan Aflanie, ULM selanjutnya akan memasuki periode kepemimpinan baru dengan harapan dapat terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi serta kontribusinya terhadap pembangunan Kalimantan Selatan dan Indonesia.






