BANJARMASIN – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkap kronologi awal musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Ia menjelaskan sejak awal pelayaran, kapal telah melaporkan kepada perusahaan bahwa cuaca yang dihadapi memburuk.

Beberapa jam kemudian, kapal kembali melaporkan mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan yang mengindikasikan kondisi darurat.

“Saat itu kapal melakukan broadcast meminta bantuan dan mengaktifkan perangkat darurat yang ada di kapal,” kata Syafii.

Menurutnya, lokasi kejadian berada sekitar enam jam perjalanan laut dari Banjarmasin sehingga Basarnas segera melakukan analisis cepat sebelum Basarnas Command Center mendeklarasikan keadaan darurat kepada seluruh kapal di kawasan Laut Jawa.

Deklarasi tersebut bertujuan agar kapal-kapal yang berada paling dekat dapat segera memberikan pertolongan sebelum unsur SAR utama tiba di lokasi.

Syafii menambahkan seluruh operasi dilakukan sesuai pedoman International Maritime Organization (IMO) dalam penanganan kecelakaan laut.