
KAKINEWS.ID | KALTENG — Gerakan Aliansi Rakyat Dayak (GARDA) menargetkan sebanyak 1.000 peserta dalam aksi damai yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Jumat 23 Oktober 2026, di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pagi.
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi bernomor 001/GARDA/X/2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Palangka Raya, kegiatan dijadwalkan mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Massa direncanakan berkumpul di depan halte SMAN 3 Palangka Raya sebelum melaksanakan rangkaian kegiatan sesuai agenda yang telah disampaikan.
Dalam surat tersebut, GARDA mencantumkan Muliadina sebagai penanggung jawab sekaligus koordinator lapangan.

Organisasi ini merencanakan kegiatan berupa orasi, penyampaian aspirasi, aksi damai, serta penampilan tarian daerah sebagai bagian dari ekspresi budaya masyarakat Dayak.
Aksi tersebut membawa pesan dukungan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, masyarakat, serta untuk seluruh relawan yang selama ini terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah khususnya.
Dukungan itu diharapkan menjadi dorongan moral bagi petugas yang bekerja menghadapi kebakaran dan dampak kabut asap di sejumlah wilayah.
Target 1.000 peserta yang dicantumkan dalam pemberitahuan menunjukkan skala aksi yang direncanakan.
Namun, jumlah massa yang benar-benar hadir tetap perlu dipastikan melalui pemantauan langsung di lokasi ketika kegiatan berlangsung.
Di tengah persoalan karhutla yang menjadi perhatian masyarakat Kalimantan Tengah, penyampaian aspirasi secara damai dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian sekaligus mendorong penanganan yang lebih efektif.
Dukungan terhadap petugas di lapangan juga perlu berjalan seiring dengan upaya pencegahan kebakaran, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, dan perlindungan kesehatan warga yang terdampak asap.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, GARDA mencantumkan sejumlah perlengkapan, antara lain mobil komando, spanduk, poster, pengeras suara, dan alat kesenian daerah.
Perlengkapan tersebut direncanakan digunakan selama penyampaian aspirasi dan kegiatan budaya “Belom Bahadat” .
Pelaksanaan aksi ini diharapkan berlangsung tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Aspirasi yang disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap penanganan karhutla serta mendorong seluruh pihak untuk terus bekerja sama melindungi masyarakat dan lingkungan di Kalimantan Tengah.








