
KAKINEWS.ID, Jakarta – Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, menyerukan perhatian masyarakat internasional terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Kalimantan, Indonesia. Melalui media sosial, ia mengajak masyarakat menyebarluaskan informasi mengenai dampak kebakaran dan mendukung penggalangan dana untuk membantu warga terdampak.
Dalam pesannya, Greta menegaskan krisis kebakaran dan kabut asap di Kalimantan belum berakhir. Ia juga memperingatkan kondisi di lapangan jauh lebih buruk dibandingkan dengan rekaman yang beredar di media sosial.
“Fires and haze crisis is far from over. As terrifying as this footage is, the reality on the ground is much worse than what you see on social media,” tulis Greta dalam unggahannya.
Pesan tersebut turut memuat sejumlah klaim mengenai dampak karhutla. Disebutkan, sekitar dua juta hektare hutan telah hancur akibat kebakaran, satwa liar mati terbakar, warga mengalami gangguan pernapasan, serta masyarakat kehilangan hutan dan pohon karet yang menjadi sumber penghidupan.
Unggahan itu juga menyebut sebanyak 277.075 orang menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dari jumlah tersebut, 62.400 orang disebut merupakan anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Namun, angka-angka tersebut perlu dikonfirmasi melalui data resmi instansi kesehatan dan lingkungan terkait. Pesan kampanye yang dibagikan tersebut tidak mencantumkan rincian periode pendataan maupun sumber statistik yang digunakan.
Ajak Masyarakat Bantu Warga Terdampak
Selain menyoroti dampak kebakaran, Greta mengajak masyarakat melanjutkan dukungan melalui kampanye penggalangan dana bertajuk Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign.
“Please continue to support by donating today to Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign,” tulisnya.
Dana yang dihimpun ditujukan untuk mendukung petugas pemadam kebakaran, membangun lebih banyak tempat perlindungan dari kabut asap, serta membantu melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kampanye tersebut juga ditujukan untuk mendukung upaya penyelamatan kawasan hutan yang masih tersisa. Dalam pesannya, Greta mengarahkan masyarakat internasional ke platform Donorbox, sedangkan masyarakat Indonesia dapat menyalurkan donasi melalui Kitabisa.
Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang berdampak terhadap ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kesehatan masyarakat. Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok yang memiliki kerentanan kesehatan.
Seruan Greta tersebut kembali menyoroti pentingnya penanganan karhutla secara berkelanjutan, perlindungan masyarakat terdampak, serta upaya menjaga kelestarian hutan di Kalimantan.








