
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri kembali mengidentifikasi 12 jenazah korban KM Virgo Transport 8 pada Jumat (2/10/2026).
Dengan tambahan 12 identitas tersebut, hingga hari ke-20 operasi, 63 dari 80 jenazah yang telah diterima RS Bhayangkara Banjarmasin berhasil diidentifikasi. Sementara 17 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem jenazah.
Pemeriksaan meliputi tes DNA, ciri medis, struktur gigi hingga properti yang ditemukan pada korban.
Menurut Hastry, proses identifikasi membutuhkan ketelitian karena kondisi sebagian jenazah mulai mengalami kerusakan sehingga pemeriksaan DNA menjadi salah satu metode penting.

Hingga hari ke-20, dari 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sebanyak 55 orang lainnya masih dalam pencarian berdasarkan data operasi SAR yang dirilis pada 2 Oktober.
Berikut 63 nama korban KM Virgo Transport 8 yang telah teridentifikasi:
Identifikasi sebelumnya sebanyak 41 korban:
1. Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun
2. Nurul Rizal Hidayat, 33 tahun
3. Deni Rizal Saputra, 29 tahun
4. Imam Suparno, 66 tahun
5. Erik Maosul Latif, 37 tahun
6. Risan Kurnia Putra, 28 tahun
7. Surya, 59 tahun
8. Yuli, 29 tahun
9. Muhammad Abdiannoor, 30 tahun
10. Annas, 48 tahun
11. Bagus Mahendra, 20 tahun
12. Aldo Nur Rahmansyah, 19 tahun
13. Jumrit, 25 tahun
14. I Putu Angga Sudiana, 22 tahun
15. Deny Dwi Saputra, 32 tahun
16. Abdul Fikri, 27 tahun
17. Tuti, 29 tahun
18. Mashudi, 27 tahun
19. Feris Sudaryanto, 37 tahun
20. Aditya Firmansyah, 19 tahun
21. Mahmud Sahudi, 43 tahun
22. Taruno Hidayat, 47 tahun
23. Ibnu Darmawan, 24 tahun
24. Purkam, 64 tahun
25. Dwi Prayambodo, 36 tahun
26. Tri Sutrisno, 30 tahun
27. Riski Ananta Agusena, 23 tahun
28. Guntur Aji Pangestu, 27 tahun
29. Triyono Basuki, 45 tahun
30. Tihwin Nuryanto, 43 tahun
31. Sugiatno, 41 tahun
32. Ilham Muhammad Rozzaq, 21 tahun
33. Yuli Purwanto, 52 tahun
34. Muhammad Kholis, 52 tahun
35. Surono, 38 tahun
36. Muhammad Adam Assegaf, 19 tahun
37. Susanto, 36 tahun
38. Maulana Purwo Wibowo, 19 tahun
39. Wati, 48 tahun
40. Yaya Carya, 58 tahun
41. Bambang Setya Budi, 56 tahun
Daftar 41 korban tersebut tercatat sebagai identitas yang telah diumumkan pada tahap sebelumnya.
10 korban yang teridentifikasi pada 30 September 2026:
42. Mohamat Sholeh, 33 tahun
43. Gondham Prakoso, 32 tahun
44. Nasib, 43 tahun
45. Doddy Soemarno, 37 tahun
46. Jevon Joechelin Jotham, 19 tahun
47. Sutila, 42 tahun
48. Aman Rahmandana, 19 tahun
49. Erna, 60 tahun
50. Yudhiarisandi, 36 tahun
51. Danang Heriyanto, 41 tahun
Pada tahap ini, DVI mengidentifikasi delapan korban laki-laki dan dua perempuan melalui pemeriksaan medis, data gigi, data sekunder serta pencocokan properti korban.
12 korban yang teridentifikasi pada 2 Oktober 2026:
52. Yudis Tri Kurniawan, 20 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur
53. Tigi Dadang Prayugi, 33 tahun, asal Surabaya, Jawa Timur
54. Jarot Setiawan, 50 tahun, asal Blitar, Jawa Timur
55. Sulisman, 39 tahun, asal Malang, Jawa Timur
56. Kumaedi, 45 tahun, asal Kudus, Jawa Tengah
57. Aji Albani, 26 tahun, asal Pesawaran, Lampung
58. M. Syahril, 44 tahun, asal Barito Kuala, Kalimantan Selatan
59. Imam Buhari, 28 tahun, asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan
60. Zaenal Walad Husen, 44 tahun, asal Karawang, Jawa Barat
61. Iyus, 60 tahun, asal Garut, Jawa Barat
62. M. Taufiq, 41 tahun, asal Malang, Jawa Timur
63. Marsiti, 49 tahun, asal Banjarnegara, Jawa Tengah
Dari 12 korban terbaru tersebut, 11 merupakan laki-laki dan satu perempuan. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem, termasuk pemeriksaan DNA, ciri medis, struktur gigi serta properti korban.
Dengan demikian, 63 dari 80 jenazah yang telah diterima RS Bhayangkara Banjarmasin telah diketahui identitasnya. Masih terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi dan proses pemeriksaannya terus dilakukan oleh tim DVI.
Pihak DVI meminta keluarga korban tetap bersabar karena proses identifikasi harus dilakukan secara teliti untuk memastikan setiap jenazah sebelum identitasnya diumumkan kepada keluarga.








