KAKINEWS.ID Amuntai– SDN Hambuku Lima Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melangkah maju mewujudkan lingkungan belajar yang bersih dan asri lewat terobosan pengelolaan limbah plastik berbasis pemberdayaan warga sekolah melalui PASTI (Paving Blok Sampah Plastik).

Program bernama “PASTI” ini digagas sejak tahun 2024 oleh Risa Zuardi, sebagai fondasi kuat dalam meraih prestasi juara pertama Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalsel tahun 2025, hingga akhirnya ditetapkan sebagai Inovasi Unggulan Sekolah pada tahun 2026.

Bukan sekadar mengumpulkan sampah, sistem ini mengubah limbah plastik menjadi barang bernilai guna tinggi melalui proses terstruktur, pemilahan sumber, pencacahan, pelelehan terkontrol, pencampuran dengan pasir halus sebagai penguat, hingga dicetak tekan dan didinginkan menjadi paving blok kokoh.

Hasil olahan ini langsung diterapkan untuk pembenahan fisik sekolah, memperbarui jalan halaman yang rusak agar kedap air dan bebas becek saat hujan, serta disusun menjadi tugu ikonik Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang khas.

Program terbukti mampu menyerap ratusan kilogram sampah kantong, kemasan, dan botol yang tadinya dianggap beban lingkungan.

Risa Zuardi, berharap inovasi “PASTI” di SDN Hambuku Lima dapat terus berkembang, menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara berkelanjutan, serta menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengelola sampah secara produktif dan bernilai guna.

?“Inovasi ini kami harap terus berkembang dan tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat,” kata Risa Zuardi, Rabu (26/8/2026).

Kekuatan inovasi terletak pada kolaborasi menyeluruh, siswa bertindak sebagai kader lingkungan yang cermat memilah, guru mendampingi proses teknis, pengelola kantin menjamin ketersediaan bahan bersih, serta Komite Sekolah dan orang tua turun tangan melengkapi sarana pendukung.

Dibandingkan material konvensional, produk PASTI unggul karena lebih lentur, tahan benturan dan cuaca, serta sangat efisien karena memangkas biaya perbaikan fasilitas.