
KAKINEWS.ID Amuntai- Jalan Longsor di Desa Panangkalaan Amuntai HSU Kalsel, tak bisa digunakan warga lagi.
Longsor jalan tersebut kata seorang warga turun secara bertahap. Awalnya sekitar empat hari lalu ada terdengar suara dari kanopi yang dibangunnya di atas jalan tersebut.
Warga berharap adanya perbaikan karena jalan tersebut masih aktif digunakan biasanya untuk jamaah pengajian menuju masjid Panangkalaan.
Meskipun saat ini ada jalan alternatif yang merupakan jalan gang milik warga. Posisi jalan yang longsor berada tepat berada di tepi aliran sungai Tabalong.
Jalan tersebut selain untuk infrastruktur lalu lintas warga juga membantu menahan agar luapan air sungai Tabalong tidak banyak meluap ke area pemukiman pada saat musim penghujan.

Dari Polsek, Kecamatan, Aparat Desa dan Dinas PUPR sudah melakukan pengecekan lokasi dan memberi tanda garis polisi agar warga tidak melintasi jalan tersebut sejak, Senin (3/8/2026).
Kepala Dinas PUPR Amos Silitonga mengatakan pihaknya bersama dengan pihak kecamatan, aparat desa dan Polsek Amuntai Utara telah melakukan peninjauan langsung.
“Untuk sementara dipasang tanda bahwa jalan tersebut tidak bisa dilintasi, jalan masih berpotensi untuk kembali terjadi longsor susulan hal ini juga menjadi kewaspadaan bagi rumah yang berada di bantaran sungai,” ujarnya.
Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat desa, pasalnya jalan lain yang biasa digunakan sebagai jalan alternatif memang ada berupa jalan gang.
Namun jalan tersebut masih milik warga sehingga belum bisa dilakukan peningkatan kualitas. Sehingga perlu adanya tahapan untuk menyediakan jalan alternatif.
Sedangkan untuk jalan yang longsor memang sulit untuk dilakukan perbaikan menggunakan anggaran daerah mengingat lokasinya yang berada di tepi sungai, ditambah risiko besar terjadinya longsor lagi dan membutuhkan anggaran yang sangat besar.





