
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Keluarga korban KM Virgo Transport 8 meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan mempercepat pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Desakan itu muncul setelah keluarga mengaku mempertanyakan keseriusan operator dalam menyiapkan sarana untuk proses evakuasi.
Memasuki hari ke-20 pascamusibah, keluarga korban menilai kepastian pengangkatan badan kapal menjadi semakin mendesak karena masih terdapat korban yang belum ditemukan.
Perwakilan keluarga korban, Karina, mengatakan pihak keluarga telah menyampaikan permohonan kepada Presiden dan pemerintah pusat agar proses evakuasi kapal segera dilakukan, sekaligus meminta kejelasan mengenai tanggung jawab operator dan pihak asuransi P&I.
“Kami di sini selaku keluarga korban memohon kepada Bapak Presiden, Pemerintah Pusat untuk mengatasi kepada operator kapal Virgo dan pihak asuransi P&I untuk segera evakuasi kapal karena mengingat ini sudah hari ke-19,” kata Karina, Jum’at kemarin.
Keluarga Klaim Operator Tak Sesuai Janji

Karina juga menyampaikan keberatan terhadap informasi yang diterima keluarga saat mediasi awal. Menurut dia, perwakilan operator saat itu menyampaikan bahwa peralatan untuk mendukung proses evakuasi telah disiapkan.
Namun, keluarga mengaku belum melihat kesiapan peralatan tersebut di lapangan.
“Saat mediasi pertama, kami dibohongi oleh perwakilan Operator Virgo bahwa peralatan sudah disiapkan. Namun sampai hari ini, kami belum melihat sesuai dengan fakta di lapangan adanya alat-alat tersebut untuk evakuasi badan kapal,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak keluarga korban yang meminta operator memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kesiapan sarana dan rencana pengangkatan bangkai kapal.
Karina juga meminta operator tidak hanya menyerahkan seluruh proses pencarian kepada tim SAR. Menurutnya, keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Tengah perlu diimbangi dengan dukungan fasilitas tambahan dari perusahaan.
“Kami mendengar dari Basarnas, keterbatasan mengakses lokasi wilayah pesisir Kalimantan Tengah atau daerah terpencil lainnya. Untuk itu, kami meminta pihak operator kapal Virgo terlibat dalam pencarian keluarga kami, seperti menambah fasilitas kapal, relawan yang bisa membantu Basarnas di sana,” katanya.
Minta Kepastian Kapan Kapal Diangkat
Keluarga juga mempertanyakan batas waktu pengangkatan bangkai kapal. Mereka meminta adanya kepastian jadwal, bukan sekadar pernyataan bahwa proses tersebut akan dilakukan.
“Kami juga meminta kepastian kapan kapal diangkat. Kalau mengacu ke undang-undang 180 hari maksimal, bagaimana nasib keluarga kami?” kata Karina.
Ia mengatakan keluarga membutuhkan kejelasan mengenai langkah operator, termasuk siapa yang bertanggung jawab mengambil keputusan terkait proses pengangkatan kapal.
“Masih banyak pertanyaan kami yang harus dijawab dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ibu Juru Mudi Minta Presiden Turun Tangan
Desakan serupa disampaikan Siti Aisyah, ibu dari Taufik, juru mudi KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Siti secara khusus meminta Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap proses pengangkatan bangkai kapal agar pencarian korban dapat dilanjutkan secara maksimal.
“Presiden Prabowo, agar lebih diperhatikan untuk pengangkatan kapal, agar kami, keluarga korban, bisa mendapatkan keluarga kami secara cepat dan tidak berlalu lama,” ujarnya.
Menurut Siti, lamanya proses pencarian membuat keluarga semakin khawatir terhadap kondisi korban yang masih berada di dalam maupun di sekitar bangkai kapal.
Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi penanganan kecelakaan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Mohon Pak untuk kami diperhatikan karena ini juga supaya hal-hal ke depannya nanti tidak terjadi kepada yang lain,” katanya.
Siti menambahkan, keluarga berharap seluruh sumber daya yang diperlukan untuk pencarian dan evakuasi dapat segera dikerahkan.
“Jadi kami keluarga korban jangan biarkan menunggu seperti ini begitu lama. Karena harusnya dalam tiga hari sebenarnya sudah harus bisa diturunkan segala upaya untuk menolong korban supaya cepat terevakuasi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat turut memastikan proses pencarian dan identifikasi korban berjalan hingga tuntas.
“Mohon kepada Bapak Presiden, Pemerintah untuk turut tangan menangani masalah itu,” pungkasnya.Catatan redaksional: Saya sengaja mengubah frasa “operator tak jujur” menjadi “keluarga klaim operator tak sesuai janji” di tubuh berita. Ini lebih aman secara jurnalistik karena tuduhan tersebut berasal dari keluarga korban dan belum ditampilkan sebagai fakta yang telah terverifikasi.








