
KAKINEWS.ID, BANJARBARU – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinar Mas Group bersama PT Borneo Indobara (PT BIB) memperkuat dukungan penanganan karhutla, mulai dari pengerahan tim pemadam hingga penyediaan infrastruktur sumber air.
Melalui sinergi sejumlah perusahaan, yakni PT Borneo Indobara (PT BIB), PT Hutan Rindang Banua (PT HRB), PT Kirana Chatulistiwa (PT KC), dan PT SMART Tbk, berbagai upaya dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan keterbatasan air di sejumlah lokasi.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel, penyediaan peralatan, aksi pemadaman langsung di lapangan, hingga pembangunan sumur bor di wilayah rawan karhutla.
ER & Sustainability Development Dept Head PT BIB, R. Lington, mengatakan PT BIB telah mengerahkan tim Emergency Response Team (ERT) gabungan untuk membantu penanganan karhutla di Kalsel.
Tim tersebut melibatkan personel dari PT BIB, PT CK, PT Putra Perkasa Abadi (PPA), serta ERT dari PT Aneka Group yang bergabung dalam satu tim penanganan.


“Semua ERT tergabung dalam satu tim untuk menangani kasus karhutla di Kalimantan Selatan,” ujar R. Lington di Batulicin, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, dukungan personel, peralatan, dan ketersediaan sumber air menjadi aspek penting dalam memperkuat upaya pemadaman, khususnya ketika petugas menghadapi kondisi kekeringan.
“Dukungan personel, peralatan, dan ketersediaan sumber air untuk memadamkan api di tengah kondisi kekeringan adalah solusi. Keterlibatan perusahaan menjadi kunci untuk memperkuat armada pemadaman di lapangan,” tegasnya.
Delapan Sumur Bor Dukung Pemadaman Karhutla
Selain pengerahan personel dan peralatan, penyediaan sumber air menjadi salah satu fokus dalam mendukung penanggulangan karhutla di Kalsel.
Untuk mengantisipasi keterbatasan air saat musim kemarau, Sinar Mas Group memperkuat infrastruktur sumur bor di sejumlah wilayah rawan kebakaran.
PT HRB menambah dua titik sumur bor sehingga totalnya menjadi lima titik di wilayah Liang Anggang dan Gambut. Sementara itu, PT BIB menghibahkan tiga titik sumur bor baru.
Dengan penambahan tersebut, total sumur bor yang telah direalisasikan Sinar Mas Group mencapai delapan titik.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi petugas pemadam, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Swasta
Komitmen penanganan karhutla tersebut juga diperkuat melalui apel kesiapan penanganan karhutla yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, pada 11 Oktober 2026.
Kegiatan itu menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah, sektor swasta, petugas pemadam, dan unsur terkait dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Selatan.
Penanganan juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Kalsel, pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swakarsa masyarakat.
Pola kerja terpadu tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan efektivitas pemadaman, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan strategi mitigasi karhutla.
“Melalui sinergi berkelanjutan dari PT BIB, PT HRB, PT KC, dan PT SMART Tbk, Sinar Mas Group berkomitmen untuk terus berdiri berdampingan bersama pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang bebas dari bencana karhutla,” pungkasnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat penanganan karhutla di Kalsel melalui dukungan personel, peralatan, serta ketersediaan sumber air di wilayah rawan kebakaran.








