
Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan jasad seorang pelajar SD di area persawahan Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Rabu (13/5/2026) malam. (Foto :Istimewa)
KAKINEWS– Tanjung – Seorang anak laki-laki, pelajar SD di Kabupaten Tabalong di temukan tak bernyawa (meninggal dunia) di area persawahan Desa Hapalah RT 02, Kecamatan Banua Lawas, Rabu (13/5/2026) malam
Korban sempat ficari karena tidak pulang ke rumah sampai selepas Magrib setelah pamit memancing. Polsek Banua Lawas dan Satreskrim Polres Tabalong yang mendapat laporan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan para saksi.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J. melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, Kamis (14/5/2026)g, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Penemuan bermula saat pihak keluarga mencari keberadaan korban yang belum pulang ke rumah hingga menjelang magrib,” katanya.

Korban yang berusia 13 tahun ini sempat izin pergi memancing menggunakan sepeda seusai mengikuti kegiatan mengaji di TPA.
Setelah magrib, orang tua korban dan beberapa tetangga lalu mencari dengan menuju lokasi yang biasa digunakan korban memancing di wilayah Desa Hapalah RT 02.
Saat tiba di lokasi tersebut, awalnya ditemukan sepeda milik korban berada di ujung jembatan, namun korban tidak terlihat.
Lalu dilakukan pencarian di sekitar area persawahan hingga akhirnya salah seorang warga menemukan korban sekitar 100 meter dari jembatan.
Saat ditemukan, posisi korban dalam kondisi telungkup di perairan dengan kedalaman sekitar satu meter. Ketika itu tangan kanan korban masih menggenggam gelas air mineral dan dari mulut korban terlihat mengeluarkan busa.
Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan sampan menuju jembatan dan dibawa ke rumah duka. Sementara hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan Kepala Puskesmas Banua Lawas dr. Himawan Indaryanto, didapati bibir dan telinga membiru, adanya busa pada bagian hidung dan mulut, serta lidah tergigit.
Sedangkan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, termasuk di bagian leher maupun bagian belakang tubuh.
Dari keterangan pihak keluarga, ternyata korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi dan beberapa kali pernah mengalami kejang-kejang.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak berkenan dilakukan autopsi serta telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.






Tinggalkan Balasan