
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Tiga jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 ditemukan terjebak di dalam satu ruangan tertutup pada bangkai kapal di dasar laut, Jumat (18/9/2026).
Ketiga korban terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Setelah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, seluruh jenazah tiba di Instalasi Forensik DVI Polda Kalsel, RS Bhayangkara Banjarmasin, sekitar pukul 23.31 WITA.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, korban pertama ditemukan tim penyelam Kopaska TNI AL pada pukul 12.28 WITA.
“Tim Kopaska siang tadi pada pukul 12.28 menemukan korban berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Yudhi.
Sekitar 42 menit kemudian, penyelam kembali menemukan dua korban lainnya di lokasi yang sama. Keduanya masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

“Pada pukul 13.10 Wita, tim SAR kembali menemukan korban satu laki-laki dan satu perempuan di body kapal yang sama,” katanya.
Ketiga korban ditemukan berada di dalam satu ruangan yang terkunci atau tertutup. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi membutuhkan tindakan teknis dari tim penyelam.
“Jadi itu mereka bertiga berada di dalam satu ruangan. Tim melakukan evakuasinya dengan cara memecahkan kaca,” jelas Yudhi.
Setelah berhasil dikeluarkan dari bangkai kapal, ketiga jenazah terlebih dahulu dibawa ke kapal milik TNI AL. Selanjutnya, jenazah dipindahkan ke kapal Basarnas untuk dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
“Para jenazah yang sudah dievakuasi oleh tim Kopaska, lalu kita jemput menggunakan kapal Laksamana untuk menuju ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” pungkasnya.
Setibanya di RS Bhayangkara Banjarmasin, kantong jenazah langsung dibawa ke ruang Post Mortem. Tim DVI Polda Kalsel kemudian melakukan pemeriksaan untuk mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem.
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, ketiga korban tersebut belum berhasil diidentifikasi.
Temuan tiga jenazah ini menambah jumlah korban meninggal dalam musibah KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, dari total 243 orang yang terdata dalam manifes, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sembilan orang meninggal dunia, sementara 126 orang lainnya masih dalam pencarian.







