Kakinews, Tanjung – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tabalong menggelar lomba keagamaan tartil dan kaligrafi tingkat SMP se-Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter religius di kalangan generasi muda.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Tabalong ini digelar pada 26 Februari 2026 di Hotel Jelita Tanjung. Lomba tartil dan kaligrafi tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Sebanyak 122 peserta dari berbagai SMP di Kabupaten Tabalong turut ambil bagian dalam lomba ini. Peserta terdiri dari 34 peserta tartil putra, 43 peserta tartil putri, serta 45 peserta lomba kaligrafi.

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Hasbi. Pelaksanaan lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat, terlebih karena digelar pada momen bulan suci Ramadan.

Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Tabalong, Norhaniah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.

“Dinas Pendidikan setiap tahunnya mengadakan kegiatan keagamaan berupa lomba tartil dan kaligrafi. Apalagi pada momentum bulan Ramadan ini, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih mencintai Al-Qur’an dan diharapkan dapat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui lomba ini, para siswa tidak hanya berlatih membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga belajar menghargai keindahan seni tulis kaligrafi sebagai bagian dari budaya Islam.

Disdikbud Tabalong juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter dengan memasukkan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah-sekolah, guna membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Dalam lomba tersebut, panitia menyiapkan trofi dan uang pembinaan bagi juara satu hingga tiga pada tiga kategori lomba, yakni tartil putra, tartil putri, dan kaligrafi.

Melalui kegiatan ini diharapkan kecintaan para siswa terhadap Islam dan Al-Qur’an semakin tumbuh, sehingga nilai-nilai religius tidak hanya dibaca, tetapi juga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.