Jakarta, Kakinews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat menindaklanjuti operasi tangkap tangan (OTT) dugaan korupsi di lingkungan Imigrasi. Rabu (3/6/2026) malam, tim penyidik menggeledah rumah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam di kediaman Silmy yang berlokasi di Jalan Brawijaya III Nomor 5. Tim penyidik tiba sekitar pukul 22.55 WIB menggunakan sejumlah kendaraan operasional dan langsung memasuki rumah setelah sempat terjadi perdebatan dengan penjaga rumah.

Pantauan di lokasi menunjukkan penyidik mengenakan jaket hitam dan kemeja putih. Mereka masuk melalui area garasi yang terlihat menyimpan sejumlah kendaraan mewah, termasuk dua unit Porsche berwarna silver dan merah marun.

Sekitar satu jam setelah penggeledahan dimulai, tiga mobil penyidik KPK masuk ke dalam area rumah. Gerbang kemudian ditutup rapat sehingga aktivitas di dalam tidak dapat dipantau dari luar.

Tak lama berselang, tepat sekitar pukul 00.02 WIB, Kamis (4/6/2026), ketiga mobil tersebut keluar meninggalkan lokasi menuju arah Blok M. Hingga kini belum diketahui dokumen, barang bukti, maupun aset apa saja yang diamankan penyidik dari rumah pejabat yang baru saja menyerahkan diri kepada KPK tersebut.

Penggeledahan ini semakin mempertegas bahwa posisi Silmy Karim menjadi sorotan dalam pengembangan kasus OTT yang mengguncang jajaran Imigrasi.

Sebelumnya, Silmy sempat menjadi buruan penyidik KPK setelah OTT yang menjaring sejumlah pejabat Imigrasi. Setelah dicari penyidik, Silmy akhirnya mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu malam untuk menyerahkan diri.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan kehadiran Silmy di lembaga antirasuah tersebut.

“Benar, yang bersangkutan sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi.

Menurut Budi, Silmy datang atas inisiatif sendiri dan langsung menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Menyerahkan diri,” ujarnya singkat.

Saat tiba di KPK, Silmy hanya memberikan keterangan singkat kepada awak media. Ia mengaku baru menyelesaikan agenda kegiatannya sebelum memenuhi panggilan penyidik.

“Ya gini aja, menyelesaikan agenda,” kata Silmy.

KPK hingga kini masih mendalami peran sejumlah pihak dalam OTT Imigrasi Jakarta Barat yang menyeret pejabat aktif maupun mantan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Penggeledahan rumah Silmy Karim dinilai menjadi sinyal kuat bahwa penyidikan tengah bergerak ke level yang lebih tinggi.