
ROCK BANUA BERKARYA – BlackStone meluncurkan mini album “Suara Dunia Karya Kita” di Taman Budaya Bakhtiar Sanderta, Banjarmasin. (Foto : Istimewa)
KAKI.News, .BANJARMASIN – Semangat musik rock Kalimantan Selatan kembali bergema. Grup rock BlackStone resmi meluncurkan mini album bertajuk “Suara Dunia Karya Kita” dalam konser yang berlangsung di Taman Budaya Bakhtiar Sanderta, Banjarmasin.
Launching album tersebut dihadiri ratusan pecinta musik rock dan dimeriahkan penampilan 15 band dari tingkat SLTA hingga komunitas musik.
Kehadiran Connie Dio, salah satu lady rocker nasional Indonesia, menjadi daya tarik tersendiri. Penyanyi rock yang populer sejak era 1990-an itu sukses membangkitkan nostalgia para penonton.
BlackStone tampil dengan personel terbaiknya yakni Erol dan Miftah Koso di vokal, Hurries Fadillah (gitar), Dede Japun (bass), Yudhi Professor (keyboard), Boboy dan Agiey (drum), serta tambahan Dedy Horizon pada konser launching.
Hampir seluruh lagu yang dibawakan merupakan karya Erol, di antaranya Metal Rock N Roll, Panggung Rock, Gangster, Orang Gila, Ayah, dan Lelaki Telanjang.
Nama para personel BlackStone bukanlah wajah baru di dunia musik. Miftah Koso merupakan vokalis yang berulang kali menyabet gelar The Best Vocalist dan dikenal luas sebagai salah satu ikon rock Banua. Hurries Fadillah pernah mengantarkan grup Mr X masuk 10 besar Festival Musik Rock Indonesia. Dede Japun memiliki pengalaman tampil di panggung nasional bersama Robin Hood. Yudhi Professor merupakan mantan personel Matta Band. Boboy adalah peraih The Best Drummer festival rock se-Jawa Bali sekaligus instruktur Purwacaraka.
Sementara Agiey menjadi representasi generasi baru karena telah beberapa kali meraih gelar The Best Drummer di berbagai festival musik.

Suasana konser mencapai puncaknya ketika Connie Dio dan Miftah Koso membawakan lagu “Cinta Kita”. Penampilan duet tersebut disambut tepuk tangan panjang dan koor penonton yang ikut bernyanyi hingga lagu berakhir.
Mini album “Suara Dunia Karya Kita” menjadi penanda bahwa BlackStone tidak sekadar menghidupkan nostalgia, tetapi juga terus melahirkan karya-karya baru bagi perkembangan musik rock Indonesia.





