KAKINEWS.ID Tanjung – Seekor orangutan dewasa dilaporkan masuk ke lahan warga di Desa Habau RT 06, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong.

Keberadaan primata langka endemik Kalimantan ini terlihat masuk ke lahan, termasuk perkebunan warga sejak empat hari yang lalu.

Merasa resah dengan keberadaan orangutan ini karena telah merusak tanaman kelapa dan rumbia, warga setempat kemudian melaporkan ke petugas terkait.

Dari laporan itu, petugas gabungan BKSDA Kalsel khususnya Resor Banua Anam, KPH Tabalong, Polsek Banua Lawas, anggota BPD Habau, ketua RT, serta masyarakat sekitar turun ke lokasi, Senin (27/7.

“Iya, tim sedang berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan mengupayakan evakuasi terhadap orangutan dari temuan kami di lapangan memang ada satu ekor orangutan dewasa jantan.

Kalau laporan dari kepala desa, keberadaan orangutan di lokasi itu sudah ada sejak Jumat (24/7/2026) ,” kata Polhut BKSDA Kalsel, Aris Fadillah

Setelah memastikan memang ada orangutan dewasa di lahan warga itu, bersama tim gabungan mereka sempat berupaya mengevakuasi dengan cara menghalau ke tempat yang lebih jauh.

Namun saat itu orangutan tersebut tidak mau berpindah lokasi dan malah bertengger di pohon yang besar setelah sebelumnya melakukan perusakan terhadap beberapa pohon rumbia di lahan warga.

Diputuskan evakuasi akan dilakukan dengan pembiusan, tetapi menunggu tim dari BKSDA Banjarbaru yang sudah menerima laporan.”Tapi  ternyata, orangutan ini malah sudah meninggalkan lokasi menuju Habau di seberang sawah,” katanya.

Tetapi karena keberadaannya sudah empat hari terlihat masuk lahan warga, ada kemungkinan satwa tersebut balik lagi untuk cari makan umbut pohon rumbia.

Untuk itulah Tim BKSDA Kalsel dan KPH Tabalong bersiap di lokasi untuk persiapan evakuasi dengan pembiusan apabila orangutan memang datang lagi.