KAKINEWS.ID, TANAH BUMBU – Proses evakuasi korban kecelakaan maut yang melibatkan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin berlangsung dramatis. Keterbatasan armada membuat petugas Puskesmas Mantewe harus melakukan evakuasi secara bertahap.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Muhammad Maulana, mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit ambulans sesaat setelah menerima laporan kecelakaan.

“Kami punya dua ambulans, sehingga penjemputan dilakukan dua kali. Pertama membawa dua jenazah perempuan, kemudian dua jenazah laki-laki, termasuk sopir truk,” ujarnya.

Sebelum ambulans tiba, empat korban lebih dahulu dievakuasi warga menggunakan mobil pikap menuju Puskesmas Mantewe. Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia saat tiba.

Dua korban lainnya yang masih hidup adalah pendamping Desa Batulicin Irigasi, Tegar, serta mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), M. Fahrizal Hasbi. Keduanya mengalami luka berat dan langsung mendapatkan penanganan darurat.

Namun, Tegar akhirnya meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala serta patah tulang di tangan dan kaki. Sementara Fahrizal dirujuk ke RS Marina Permata Batulicin untuk menjalani perawatan lanjutan.

Maulana menjelaskan hampir seluruh korban mengalami trauma berat akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

Usai proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sebagian dipulangkan ke Banjarbaru dan Martapura, sedangkan korban lainnya dimakamkan di Kabupaten Tanahbumbu.

Hingga kini, Polres Tanahbumbu masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kecelakaan yang menewaskan tujuh orang dan menyebabkan satu korban mengalami luka berat tersebut.