KAKINEWS, MARTAPURA – Sebuah video berdurasi 36 detik yang memperlihatkan sejumlah warga menantang seorang pria pengemudi mobil untuk mengeluarkan senjata api, viral di media sosial dan WhatsApp grup, Sabtu (8/8/2026).

Dalam video tersebut, sejumlah warga tampak mengerumuni sebuah mobil berwarna hitam. Mereka terdengar menantang pria yang berada di dalam mobil agar mengambil senjata api dan menembakkannya.

Situasi pun terlihat cukup tegang. Namun, pria yang mengenakan kaos hitam tersebut justru menyebut dirinya tidak memiliki senjata api sebagaimana yang dituduhkan warga.

Ia kemudian terlihat mengangkat sebuah botol air mineral.

Belum diketahui secara pasti bagaimana awal mula kejadian tersebut. Informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari percakapan di WhatsApp grup dan belum disertai keterangan resmi dari pihak terkait.

Berdasarkan narasi yang beredar, insiden itu disebut terjadi di kawasan Jalan Pematang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Peristiwa diduga bermula ketika warga sedang melakukan bepintaan atau meminta sumbangan di pinggir jalan. Saat itu, pria yang mengemudikan mobil Toyota Kijang Innova tersebut diduga melakukan tindakan yang dianggap sebagai ancaman dengan senjata api.

Warga yang mengetahui dugaan tersebut kemudian disebut bereaksi dan mendatangi kendaraan pria tersebut. Dalam video yang beredar, warga justru balik menantang agar senjata yang disebut-sebut itu dikeluarkan.

Setelah dikerumuni warga, pengemudi mobil tersebut dikabarkan memilih meninggalkan lokasi.

Beruntung, berdasarkan informasi sementara yang beredar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Belum Ada Laporan

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Banjar, Iptu Alfian Nor, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari jajaran Polsek terkait insiden tersebut.

Dengan demikian, informasi mengenai adanya senjata api maupun dugaan ancaman masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

Polisi juga belum menjelaskan apakah video yang beredar tersebut berkaitan dengan laporan masyarakat atau peristiwa lain yang terjadi di kawasan Gambut.