KAKINEWS.ID, JAKARTA – Di tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya tertuju pada seremoni di Gedung Merah Putih. Ketua KPK Setyo Budiyanto mengajak seluruh insan KPK menggalang bantuan untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berjibaku menghadapi dampak gempa bumi.

Ajakan itu disampaikan Setyo saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026). Ia meminta seluruh keluarga besar KPK mendoakan sekaligus menunjukkan solidaritas nyata kepada para korban.

“Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, sebagian saudara sebangsa kita sedang menghadapi masa sulit,” kata Setyo.

Menurut Setyo, kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh berhenti pada doa dan simpati. KPK akan mengoordinasikan pengumpulan bantuan, baik dalam bentuk donasi maupun barang yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

Setyo bahkan menginstruksikan Sekretaris Jenderal KPK untuk segera mengatur langkah teknis agar bantuan dapat disalurkan kepada warga di wilayah terdampak gempa.

Langkah itu menjadi penting karena situasi di lapangan masih jauh dari normal. BNPB mencatat sedikitnya 53 orang meninggal dunia dan 135 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

Bukan hanya korban jiwa yang menjadi persoalan. Sebanyak 9.290 warga masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian. Kabupaten Sikka menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar, mencapai 3.356 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan dasar warga menjadi persoalan mendesak. Bantuan pangan, perlengkapan pengungsian, layanan kesehatan, hingga dukungan untuk pemulihan fasilitas publik menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

Karena itu, solidaritas KPK terhadap korban gempa NTT diharapkan tidak berhenti sebagai pesan simbolik dalam upacara kemerdekaan. Bantuan harus benar-benar sampai kepada mereka yang kehilangan rumah, keluarga, keamanan, dan sumber penghidupan akibat bencana.

Kemerdekaan bukan sekadar seremoni, bendera, dan pidato. Di tengah duka para korban, makna kemerdekaan justru diuji melalui seberapa cepat negara dan seluruh institusinya hadir membantu rakyat yang sedang berada di titik paling sulit.

KPK menyatakan akan membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan. Kini yang ditunggu bukan sekadar wacana solidaritas, melainkan aksi nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat NTT.