
Kakinews.id, Jakarta: Paparan sinar matahari ternyata memiliki kaitan dengan kadar gula darah dan risiko diabetes tipe 2. Penelitian terbaru menemukan, paparan sinar ultraviolet A (UVA) yang lebih tinggi dalam jangka pendek berkaitan dengan kadar gula darah yang sedikit lebih rendah, sementara paparan sinar matahari dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.
Temuan tersebut diperoleh melalui analisis data peserta UK Biobank di Inggris. Seperti dikutip laman Medical and Health News, Jumat (28/8/2026).
Peneliti melihat hubungan antara paparan UVA dengan kadar glukosa darah, serta kebiasaan penggunaan solarium sebagai salah satu indikator paparan sinar matahari dalam jangka panjang.
Hasil analisis menunjukkan hubungan antara paparan UVA dan kadar gula darah lebih terlihat pada musim dingin. Peningkatan paparan UVA rata-rata selama dua hari maupun tujuh hari sebelum pemeriksaan dikaitkan dengan sedikit penurunan kadar glukosa darah.
Peneliti juga menemukan bahwa peserta yang menggunakan solarium sesekali memiliki risiko diagnosis diabetes tipe 2 sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Pada peserta yang menggunakan solarium lebih sering, risikonya sekitar 22 persen lebih rendah.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti paparan sinar matahari terbukti dapat mencegah atau mengobati diabetes. Penelitian ini bersifat observasional sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara paparan sinar matahari dan indikator kesehatan metabolik, bukan hubungan sebab-akibat.
Para peneliti menduga salah satu mekanisme yang mungkin berperan adalah nitric oxide yang tersimpan di kulit. Paparan sinar ultraviolet dapat memicu pelepasan senyawa tersebut, yang berpotensi memengaruhi aliran darah dan proses metabolisme glukosa.
Menariknya, hubungan dengan kadar gula darah juga ditemukan pada musim dingin ketika paparan UVB relatif rendah. Kondisi ini membuat peneliti menduga mekanismenya tidak semata-mata berkaitan dengan produksi vitamin D.
Namun, penggunaan solarium tidak dianjurkan sebagai cara untuk mencegah diabetes. Paparan radiasi ultraviolet dari solarium memiliki risiko kesehatan, termasuk meningkatkan risiko kanker kulit.
Peneliti menyatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah paparan sinar matahari secara langsung dapat memberikan manfaat metabolik, serta berapa lama dan seberapa besar paparan yang aman.
Studi mengenai hubungan sinar matahari dengan gula darah dan diabetes tipe 2 tersebut diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada Agustus 2026.





