
KAKINEWS.ID, JAKARTA — Bursa saham Indonesia kembali menunjukkan tenaga. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,81% pada perdagangan Kamis (27/8/2026) dan ditutup di level 6.521, sekaligus mencatat posisi tertinggi sepanjang sesi perdagangan.
Penguatan ini bukan sekadar gerak tipis. IHSG sempat tertekan hingga level 6.376 pada awal perdagangan, tetapi kemudian berbalik tajam dan terus menguat hingga menutup perdagangan di level puncak harian.
Laju IHSG ditopang aksi beli yang menyebar di berbagai sektor. Indeks sektor perindustrian melesat 3,94%, konsumen nonprimer terangkat 3,79%, sedangkan sektor kesehatan menguat 3,75%.
Transaksi pasar juga menunjukkan derasnya aktivitas investor. Sebanyak 36,76 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp13,69 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sekitar 1,97 juta kali.
Sentimen positif terlihat jelas dari breadth pasar. Sebanyak 553 saham ditutup menguat, sementara hanya 96 saham melemah dan 138 saham lainnya stagnan.

Lonjakan IHSG tersebut membuat sejumlah saham kembali menjadi perhatian. Sejumlah sekuritas bahkan memasukkan saham-saham pilihan mereka sebagai kandidat yang patut dicermati pada perdagangan Jumat (28/8/2026).
Namun, di tengah euforia pasar, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas. Rekomendasi broker bukanlah jaminan harga saham akan terus menanjak, melainkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam membaca peluang dan risiko perdagangan.
Berikut daftar saham yang masuk radar sejumlah sekuritas untuk perdagangan Jumat (28/8/2026):
BRI Danareksa Sekuritas:
EXCL, INET, HRUM.
BNI Sekuritas:
KETR, PSAB, TOBA, DMAS, BIPI, KOTA.
Phillip Sekuritas:
BUMI, SLIS.
MNC Sekuritas:
DEWA, ENRG, ICBP, PTRO.
CGS International Sekuritas:
ISAT, AADI, ADMR, ARCI, BBRI, BBNI.
Phintraco Sekuritas:
BMRI, BBNI, INDY, CUAN, MBMA.
Panin Sekuritas:
PANI, EMTK, ERAA.
Mirae Asset Sekuritas:
BKSL, DEWA, LSIP.
Dengan IHSG yang berhasil menembus level penutupan tertinggi hariannya, perdagangan akhir pekan berpotensi kembali berlangsung agresif. Saham-saham yang menjadi radar broker pun layak dicermati, tetapi investor tetap perlu menghitung momentum, valuasi, likuiditas, dan risiko sebelum mengambil posisi.





