BANJARMASIN, KAKINEWS.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin bergerak cepat menangani ambruknya Jembatan Mantuil dengan menyiapkan jembatan darurat jenis Bailey.

Perakitan jembatan sementara tersebut dilakukan secara intensif bersama personel Zipur 8 TNI. Seluruh material Bailey telah diturunkan ke lokasi dan kini proses pemasangan terus dikebut siang dan malam.

Kepala UPTD Swakelola Jembatan PUPR Kota Banjarmasin, Kartika, mengatakan progres perakitan saat ini sudah mencapai sekitar 7 hingga 10 meter.

“Posisinya sudah perakitan, ini sudah sekitar 7 sampai 10 meteran. Kita dibantu juga pengaturannya agar lancar,” ujar Kartika.

Menurutnya, pengerjaan dilakukan secara maraton untuk mempercepat pemulihan akses masyarakat. PUPR menargetkan jembatan Bailey tersebut dapat selesai dirakit dan dipasang paling lambat dalam dua hari.

Akses Roda Dua Disiapkan, Roda Empat Menunggu Bailey

Selama jembatan darurat belum selesai, akses masyarakat tetap diupayakan berjalan. Salah satunya melalui kapal penyeberangan sementara yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua.

Kartika mengatakan fasilitas penyeberangan tersebut masih terus disempurnakan, terutama pada bagian sisi landasan sandar agar lebih aman digunakan masyarakat.

Setelah jembatan Bailey selesai dipasang, akses kendaraan roda empat akan kembali dibuka. Namun, kendaraan dengan muatan berat dipastikan tidak diperbolehkan melintas.

“Itu memang ada batasan, tidak bisa truk lewat. Kalau untuk roda empat, mobil biasa, masih bisa digunakan. Ini kan jembatan darurat, jadi ada penguatan maksimalnya,” tegas Kartika.

Ia menekankan, pembatasan tersebut diberlakukan karena Bailey yang dipasang merupakan jembatan darurat dengan kemampuan menahan beban yang terbatas.

Jembatan Permanen Diusulkan pada APBD 2027

Jembatan Bailey yang dibangun saat ini hanya menjadi solusi sementara sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

Kartika menyebutkan, perbaikan atau pembangunan kembali jembatan utama kemungkinan akan diusulkan melalui APBD murni tahun 2027.

PUPR Banjarmasin juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu akses strategis yang menghubungkan wilayah di sekitarnya.

Kondisi Jembatan Kayu Ulin Dievaluasi

Ambruknya Jembatan Mantuil juga menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi jembatan-jembatan lain di Kota Banjarmasin, khususnya yang masih menggunakan konstruksi kayu ulin.

Kartika mengatakan pihaknya telah memiliki data hasil survei dan pemetaan kondisi jembatan kayu ulin di sejumlah wilayah Banjarmasin.

Data tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan skala prioritas penanganan dan perbaikan infrastruktur.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengantisipasi potensi kerusakan sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi, terutama pada jembatan yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi dan kerap dilalui kendaraan dengan beban berat.