
KAKINEWS.ID, JAKARTA — Viralnya video seorang nasabah yang menangis sambil memeriksa isi safe deposit box yang disebut-sebut berada di MNC Bank telah memantik sorotan serius. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial itu, nasabah tersebut mengaku barang-barang berharganya telah raib.
Video itu bukan sekadar konten viral. Jika klaim kehilangan tersebut terbukti benar, persoalannya berpotensi menyeret isu yang jauh lebih besar: keamanan fasilitas penyimpanan barang berharga dan kepercayaan nasabah terhadap sistem pengamanan bank.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mendesak agar kasus tersebut tidak dibiarkan tenggelam dalam saling bantah dan pernyataan normatif. Menurut dia, fakta harus segera dibuka melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh bukti yang tersedia.
“Kasus ini memang anomali dan harus ditelusuri secara tuntas, sehingga kasusnya menjadi jelas. Apakah barang konsumen di safe deposit box itu memang hilang. Entah dicuri atau lainnya,” kata Tulus dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
CCTV Harus Jadi Kunci Pembuktian
Tulus menilai salah satu langkah paling penting adalah menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar area safe deposit box. CCTV, apabila tersedia, dapat menjadi bukti penting untuk membongkar siapa saja yang keluar-masuk dan apa yang sebenarnya terjadi.

“Pihak bank bisa melihat CCTV, jika ada, di sekitar safe deposit box. Dari CCTV akan terlihat kejadian yang sebenarnya,” ujarnya.
Desakan membuka fakta menjadi penting karena publik kini dihadapkan pada dua narasi yang saling berseberangan. Di satu sisi ada klaim nasabah mengenai barang berharga yang disebut hilang. Di sisi lain, pihak MNC Bank menyatakan menemukan kejanggalan dalam video yang beredar.
Situasi seperti ini, menurut FKBI, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Semakin lama fakta tidak terungkap, semakin besar ruang bagi spekulasi dan semakin berat pula beban kepercayaan publik.
Jika Benar Ada Pencurian, Bank Tak Boleh Cuci Tangan
Tulus menegaskan, apabila penelusuran membuktikan adanya tindakan pencurian atau pengambilan barang secara melawan hukum, persoalan itu tidak boleh berhenti sebagai urusan internal.
Pihak bank, kata dia, harus mengambil tanggung jawab serius dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa yang terlibat.
“Jika seandainya ditemukan ada oknum yang mencuri barang milik konsumen di safe deposit box, maka pihak MNC Bank harus bertanggung jawab, termasuk menangkap pelakunya, bekerja sama dengan APH,” tegasnya.
Persoalan ini menjadi sensitif karena safe deposit box digunakan nasabah dengan asumsi adanya sistem keamanan yang ketat. Karena itu, apabila benar terjadi kehilangan, publik berhak mengetahui bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi dan apakah terdapat celah dalam sistem pengamanan.
Bukan hanya soal menemukan pelaku, tetapi juga menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: apakah sistem keamanan benar-benar bekerja sebagaimana mestinya?
Jika Klaim Tidak Benar, Pembuat Video Juga Harus Diproses
Namun Tulus mengingatkan, pengusutan harus berjalan objektif dan tidak boleh hanya diarahkan kepada satu pihak.
Jika pemeriksaan membuktikan video tersebut tidak menggambarkan fakta yang sebenarnya atau terdapat informasi yang menyesatkan, pembuat dan pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban.
“Dan sebaliknya, jika ini ada potensi ‘drama’, maka yang membuat drama itu juga harus bertanggung jawab. Harus diusut tuntas, jika perlu melibatkan kepolisian,” katanya.
Dengan demikian, kasus ini tidak boleh berakhir sebagai tontonan viral tanpa kepastian. Jika benar ada kejahatan, pelakunya harus dibongkar. Tetapi jika narasi yang beredar ternyata tidak sesuai fakta dan merugikan pihak tertentu, konsekuensinya juga harus jelas.
MNC Bank Sebut Ada Kejanggalan
Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze sebelumnya mengatakan pihak bank melihat adanya kejanggalan terkait video yang beredar.
Manajemen MNC Bank, kata dia, masih melakukan pengecekan dan penelusuran untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
“Pihak Bank menilai terdapat kejanggalan terkait dengan video yang saat ini beredar di media sosial. Kami akan melakukan pengecekan dan penelusuran lebih lanjut atas video yang beredar tersebut,” kata Edward.
MNC Bank juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila informasi dalam video tersebut nantinya terbukti tidak benar dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Kini publik menunggu pembuktian, bukan sekadar pernyataan.
Apakah benar barang berharga nasabah hilang dari safe deposit box? Jika benar, siapa yang mengambil dan bagaimana sistem keamanan bisa ditembus? Atau justru terdapat fakta lain di balik video viral tersebut?
Semua pertanyaan itu membutuhkan jawaban yang bisa diuji. CCTV, data akses, catatan keamanan, bukti fisik, hingga keterlibatan aparat penegak hukum bila diperlukan, harus menjadi bagian dari proses pembuktian.
Sebab dalam kasus yang menyangkut uang dan barang berharga nasabah, kepercayaan tidak bisa dipulihkan dengan sekadar bantahan. Publik membutuhkan fakta yang terang, bukti yang terbuka, dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.







