KAKINEWS,ID Amuntai – Seleksi substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diikuti 60 guru yang telah lolos administrasi, Kamis (3/9/2026).

‎Seleksi berlangsung di SMKN 1 Amuntai selama dua hari, hingga 3 September 2026, menjaring pemimpin satuan pendidikan yang kompeten dan berstandar nasional.

‎Untuk menjamin objektivitas dan transparansi penuh, pelaksanaan seleksi ujian menerapkan sistem daring terpusat di lokasi atau uji coba daring di tempat.

‎Pengawasan berjalan berlapis dengan keterlibatan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan serta pemantauan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

‎Hadir di lokasi pelaksanaan, perwakilan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KPSPTK) Kemdikdasmen RI, Suprapto.

‎Suprapto menegaskan bahwa proses seleksi ini bukan sekadar prosedur biasa. “Seleksi substansi ini bertujuan mengukur secara nyata potensi kepemimpinan pembelajaran, kemampuan manajerial, serta jiwa kewirausahaan pendidik.

Kami berharap figur yang terpilih kelak benar‑benar menjadi penggerak perubahan dan mampu membangun suasana belajar yang sepenuhnya berpihak pada peserta didik,” katanya.

‎Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU, Rahman Heriadi, menjelaskan, 60 guru peserta seleksi merupakan tenaga pendidik berkualitas yang kelayakannya sudah teruji.

‎Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini melalui alokasi APBD 2026 sebagai wujud investasi penting bagi masa depan daerah.

‎“Tujuannya melahirkan pemimpin sekolah yang profesional, berdedikasi tinggi, serta mampu membawa perubahan positif bagi kualitas pendidikan di Hulu Sungai Utara,” ungkap Rahman Heriadi.

‎Rangkaian tahapan ini menandai langkah maju sistem rekrutmen kepemimpinan pendidikan. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi substansi, peluang terbuka untuk melanjutkan ke tahap pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh BGTK Kalimantan Selatan secara gabungan antara metode daring maupun tatap muka.