
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan pada Kamis (3/9/2026).
Secara umum, cuaca di Kalimantan Selatan diprakirakan didominasi kondisi kabut atau asap dan cerah. Sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami suhu udara hingga 34 derajat Celsius.
Berikut prakiraan cuaca di 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan pada Kamis, 3 September 2026:
Tanah Laut: Kabut/asap, suhu 24–31 derajat Celsius.
Kotabaru: Cerah, suhu 22–32 derajat Celsius.
Kabupaten Banjar: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.

Barito Kuala: Kabut/asap, suhu 24–34 derajat Celsius.
Tapin: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.
Hulu Sungai Selatan: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.
Hulu Sungai Tengah: Kabut/asap, suhu 22–34 derajat Celsius.
Hulu Sungai Utara: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.
Tabalong: Kabut/asap, suhu 22–33 derajat Celsius.
Tanah Bumbu: Cerah, suhu 22–32 derajat Celsius.
Balangan: Kabut/asap, suhu 22–34 derajat Celsius.
Kota Banjarmasin: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.
Kota Banjarbaru: Kabut/asap, suhu 23–34 derajat Celsius.
BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan sebelumnya menyebut seluruh wilayah Kalimantan Selatan telah memasuki musim kemarau. Puncak musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi terjadi pada September.
Untuk periode 1–3 September 2026, BMKG juga menyatakan tidak terdapat potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi serupa diprakirakan berlanjut pada 4–6 September dan 7–10 September 2026.
Kondisi cuaca kering tersebut perlu diwaspadai masyarakat, terutama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG juga mengimbau masyarakat tetap memantau informasi cuaca terbaru serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, kondisi kabut atau asap yang diprakirakan muncul di sejumlah wilayah dapat mengurangi jarak pandang. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna kendaraan diimbau meningkatkan kewaspadaan.
- Prakiraan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Masyarakat disarankan memantau informasi resmi BMKG melalui laman dan aplikasi InfoBMKG.







