
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan sejumlah program prioritas melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026 yang telah disepakati bersama DPRD Kota Banjarmasin.
Dengan total anggaran mencapai Rp2,6 triliun, pemerintah kota akan memprioritaskan program yang dinilai mendesak dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mengatakan, salah satu perhatian utama pemerintah adalah memperkuat ketahanan kota terhadap banjir.
Upaya tersebut dilakukan melalui penanganan sungai, termasuk pengerukan serta perbaikan aliran sungai.
“Jadi kita terus melakukan pengerukan, perbaikan aliran sungai dan lainnya untuk ketahanan banjir di daerah kita,” ujar Yamin.

Selain ancaman banjir, Banjarmasin juga menghadapi dampak kemarau panjang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta munculnya kabut asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Kemarau juga berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih. Yamin menyebut produksi air bersih mengalami penurunan signifikan sehingga membutuhkan penanganan maksimal.
Tak hanya persoalan lingkungan dan layanan dasar, APBD-P 2026 juga diarahkan untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Banyak lagi yang lainnya, termasuk pengembangan ekonomi di sektor UMKM dan lainnya,” kata Yamin.
Yamin meminta penggunaan anggaran tersebut mendapat pengawasan dari DPRD maupun masyarakat. Ia menegaskan pelaksanaan program harus tetap sesuai aturan dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.





