
Kakinews, Hss — Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memperketat langkah antisipasi ancaman bencana musiman. Bupati HSS H. Syafrudin Noor secara langsung menyalurkan logistik dan sarana operasional penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (12/8/2026).
Proses penyerahan simbolis yang dipusatkan di Pos Komando Siaga Bencana, kawasan depan Kantor BPBD HSS tersebut, diterima langsung oleh Kepala BPBD HSS Ika Aguspiannor.
Bantuan logistik penanganan darurat yang digelontorkan BNPB mencakup dua unit sepeda motor trail karhutla bermesin pemadam portabel, satu unit pompa berkekuatan 6 HP beserta bentangan selang panjang, tiga unit pompa jinjing, serta dua unit tangki air portabel berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Tidak hanya itu, paket dukungan turut dilengkapi satu unit tenda pengungsi, 20 set alat pelindung diri (APD) khusus karhutla, hingga enam unit perangkat pernapasan mandiri (Self Contained Breathing Apparatus / SCBA).
Di sela kegiatan, Bupati Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi pusat dan daerah ini. Ia menilai tambahan armada dan perlengkapan tersebut menjadi amunisi vital guna mendongkrak responsivitas petugas di lapangan, mengingat wilayah HSS kini tengah berada di fase krusial puncak kemarau yang diprediksi bertahan hingga September mendatang.
“Dukungan ini amat strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas operasional penanganan karhutla di Kabupaten HSS,” ujar Syafrudin.
Selain menyoroti kesiapan sarana, Kepala Daerah turut memuji dedikasi jajaran BPBD HSS yang berkolaborasi erat dengan jaringan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) lokal dalam merespons setiap potensi kedaruratan di tengah masyarakat.
Kendati demikian, mitigasi dari sisi hulu tetap menjadi penekanan utama. Bupati mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap ancaman api, yang tidak hanya berisiko di lahan terbuka, tetapi juga mengancam kawasan permukiman padat penduduk. Masyarakat diingatkan untuk selalu memastikan bara kompor atau sumber api rumah tangga benar-benar padam sebelum berpergian atau usai beraktivitas.





