
KAKINEWS, HSS — Suara kayuhan yang bergerak serempak mengiringi persaingan 21 tim pada babak final Lomba Perahu Naga tingkat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di Pelabuhan LLSAD Daha Selatan, Minggu (30/8/2026).
Di atas lintasan 500 meter, para peserta tidak hanya mengejar garis finis. Mereka juga membawa semangat untuk menunjukkan kemampuan, menjaga kekompakan, sekaligus menjadi bagian dari geliat olahraga dayung di Kabupaten HSS.
Bupati HSS H. Syafrudin Noor, S.E., S.Sos., yang diwakili Wakil Bupati HSS H. Suriani, S.Sos., M.AP., hadir menyaksikan langsung jalannya pertandingan hingga babak final.
Lomba yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini mempertemukan 21 tim dari wilayah Daha. Kompetisi tersebut menjadi lanjutan dari rangkaian Lomba Dayung Perahu Naga HSS Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026. Pada kategori undangan sehari sebelumnya, sembilan tim dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan turut ambil bagian.
Namun, ada hal lain yang membuat perlombaan ini memiliki arti penting bagi perkembangan olahraga daerah. Setiap tim lokal diwajibkan menyertakan sedikitnya empat atlet berusia di bawah 18 tahun.

Ketentuan tersebut menjadi ruang bagi atlet muda untuk turun langsung dalam pertandingan, merasakan atmosfer kompetisi, sekaligus belajar membangun kekompakan bersama atlet yang lebih berpengalaman.
Bagi Pemerintah Kabupaten HSS, proses pembinaan seperti ini penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi olahraga daerah. Kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga tentang bagaimana atlet mendapatkan pengalaman dan terus berkembang.
Wakil Bupati H. Suriani pun mengingatkan para atlet agar tidak berhenti pada pencapaian hari ini.
“Jangan cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Terus berlatih, tingkatkan kemampuan dan kekompakan. Mudah-mudahan dari HSS lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga membawa nama daerah hingga tingkat internasional,” pesannya.
Semangat tersebut sejalan dengan perhatian Pemkab HSS terhadap pengembangan olahraga dayung. Sebelumnya, dalam pembukaan lomba, Pemkab HSS menyampaikan rencana pengadaan tiga perahu naga baru melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung latihan atlet sekaligus pelaksanaan berbagai event olahraga di daerah.
Langkah itu menjadi penting mengingat kondisi geografis HSS yang memiliki wilayah perairan yang potensial untuk pengembangan olahraga dayung. Potensi alam tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri apabila diikuti pembinaan atlet dan penyediaan sarana yang berkelanjutan.
Di lintasan, olahraga perahu naga juga mengajarkan sesuatu yang tidak kalah penting dari kecepatan. Setiap kayuhan harus bergerak dalam satu irama. Tidak ada satu orang yang dapat memenangkan perlombaan sendirian.
Kekompakan, disiplin, komunikasi dan kerja sama menjadi kunci untuk membawa perahu bergerak cepat menuju garis finis. Nilai-nilai tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Setelah seluruh pertandingan berakhir, Desa Tambak Bitin berhasil meraih Juara I. Desa Sungai Pinang menempati posisi Juara II, sedangkan Desa Bayanan berada di posisi Juara III.
Juara Harapan I diraih Desa Penggandingan, Juara Harapan II Desa Pekapuran Kecil, dan Juara Harapan III Desa Samuda.
Wakil Bupati HSS kemudian menyerahkan piala dan uang pembinaan secara simbolis kepada para pemenang. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi.
Turut menyaksikan pertandingan Wakil Ketua I DPRD HSS dari Dapil Daha H. Husnan, S.Ag., Kepala Disporapar HSS sekaligus Ketua PODSI HSS Dody Puriyandhani, S.E., M.M., jajaran camat se-Wilayah Daha, serta para official dan manajer tim.
Bagi HSS, perlombaan ini bukan sekadar agenda olahraga untuk memeriahkan kemerdekaan. Lebih dari itu, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses panjang menemukan, membina dan mematangkan atlet daerah.
Dari setiap kayuhan yang serempak, diharapkan tumbuh generasi baru atlet dayung HSS yang berani berkompetisi, mampu menjaga sportivitas dan siap membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.





