Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana memberikan keterangan pers kepada awak media, Rabu (16/9/2026). (foto: istimewa)

 

KAKI.News, BANJARMASIN-– Memasuki hari keempat operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8, Rabu (16/9/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga 6.120 Mil Laut (NM²) dengan mengerahkan kekuatan penuh dari udara dan laut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan, operasi SAR H4 dimulai sejak pagi dengan melibatkan aset strategis dari Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB.

“Operasi hari keempat kami perkuat dengan pembagian sektor pencarian yang sistematis, baik udara maupun laut,” kata I Putu Sudayana kepada awak media, Rabu.

Untuk pencarian udara, tim mengerahkan HR 3601 Basarnas, Helikopter Dauphin AS365N3+, Helikopter Panther HS 1310 milik TNI AL, Pesawat CN-235 TNI AL, serta Pesawat Cessna Caravan PK-SNK milik BNPB.

Pesawat Cessna PK-SNK BNPB diarahkan menyisir Sektor R dengan luas 1.491 NM². Sementara HR 3601 dan P-3013 Polri disiagakan untuk mendukung evakuasi udara jika ditemukan korban.

Di laut, penyisiran diperluas hingga 6.120 NM² yang terbagi dalam enam sektor, masing-masing sekitar 1.020 NM². Unsur laut yang dikerahkan meliputi KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, dan RBB Palangka Raya.

“Setiap unsur bergerak berdasarkan sektor dan rencana operasi yang telah ditetapkan. Kapal-kapal SAR dan unsur TNI AL ditempatkan pada sektor yang telah ditentukan untuk memastikan area dapat disisir secara sistematis,” jelasnya.

Menurut I Putu, pengerahan berbagai aset tersebut merupakan upaya maksimal Tim SAR Gabungan dalam menemukan korban. Koordinasi terus dilakukan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya.

“Memasuki hari keempat, operasi terus dilakukan dengan semangat dan komitmen untuk memberikan pertolongan. Laut yang luas bukan menjadi penghalang. Setiap sektor disisir, setiap informasi ditelusuri, dan setiap kemungkinan tetap dicari,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian di lokasi yang telah ditentukan.