
KAKI NEWS.ID –BANJARMASIN – Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi tantangan serius bagi industri media global.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus Ahli Pers Dewan Pers, Iskandar Zulkarnain saat Penutupan acara Uji Kompetensi Wartawan PWI Kalsel ke XXIV, Jum’at, ( 30/10/2026 ) sore.
” Bagi seluruh insan pers agar tidak terlena oleh kemudahan yang ditawarkan teknologi digital, karena berpotensi menggerus kualitas pemberitaan jika tidak disikapi dengan kompetensi yang mumpuni, ” kata Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat dan Ahli Pers Dewan Pers.
Ia berpendapat bahwa akses informasi yang kian mudah berkat teknologi digital, terutama AI, berisiko menurunkan mutu produk jurnalistik. Dampak buruk ini mengintai jika jurnalis gagal mengasah keahlian dan menjaga daya kritis mereka.
“Saat ini, industri media tengah menghadapi tantangan yang sangat kompleks dengan persaingan yang amat ketat,” ujarnya.

Sebagai ilustrasi, Iskandar menyoroti pergeseran gaya peliputan di lingkungan kepolisian. Apabila dahulu awak media wajib hadir di lokasi untuk berburu berita, sekarang lembaga penegak hukum tersebut bisa memublikasikan agenda mereka lewat saluran YouTube resmi.
Menurutnya, kepraktisan ini justru berpotensi merusak mutu jurnalisme jika wartawan hanya menelan mentah-mentah konten digital tersebut tanpa melakukan penelusuran lebih lanjut.
Jurnalis yang berkompeten tidak boleh berhenti pada keterangan dari konferensi pers; informasi resmi harus menjadi pijakan awal untuk investigasi mendalam, bukan semata-mata menjadi satu-satunya sumber berita.
“Kecakapan seorang pewarta diuji dari kemampuannya mendalami informasi lebih lanjut, bukan sekadar menelan mentah-mentah keterangan resmi dari konferensi pers. ” pungkasnya.( Ack )
Penulis : Achmad Kori







