KAKINEWS.ID, JAKARTA – Masyarakat di Jakarta, Banten, Lampung dan wilayah sekitarnya yang terdampak erupsi dan hujan abu vulkanik diminta meningkatkan kewaspadaan. Selain mengganggu mata dan saluran pernapasan, paparan abu vulkanik juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Pembuluh Darah, Dr. dr. Vito Damay, SpJP(K), MKes, mengatakan partikel halus abu vulkanik yang terhirup dapat memicu peradangan dan penyempitan pembuluh darah.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat jantung bekerja lebih berat. Risiko ini perlu menjadi perhatian terutama bagi kelompok rentan, seperti lansia serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, hipertensi, diabetes, riwayat stroke, asma, maupun penyakit paru.

“Menjaga keselamatan menjadi prioritas utama di tengah situasi erupsi dan hujan abu,” ujar Vito dalam imbauannya.

Untuk mengurangi paparan abu vulkanik, masyarakat disarankan tetap berada di dalam ruangan selama kondisi abu masih tinggi. Pintu dan jendela juga perlu ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Masyarakat dapat menggunakan penyaring udara atau air purifier apabila tersedia. Jika harus keluar rumah maupun membersihkan abu, disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 yang terpasang rapat.

Selain itu, aktivitas olahraga dan kegiatan fisik berat sebaiknya dihindari selama paparan abu vulkanik masih tinggi.

Vito juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyapu abu dalam kondisi kering. Abu sebaiknya dibasahi tipis terlebih dahulu sehingga partikelnya tidak kembali beterbangan dan terhirup.

Bagi masyarakat yang rutin mengonsumsi obat jantung, obat tekanan darah, maupun obat diabetes, Vito mengingatkan agar tetap mengonsumsi obat sesuai petunjuk dokter dan memastikan persediaan obat mencukupi.

Ia juga meminta masyarakat segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami nyeri atau tekanan di dada, sesak napas mendadak, keringat dingin, pusing, mual, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, rahang, leher, maupun punggung.

“Tetap waspada, saling menjaga, dan kita doakan semoga kondisi ini cepat mereda,” kata Vito.