JAKARTA, KAKINEWS.ID – Sedikitnya 2,19 juta tenaga kerja terserap oleh realisasi investasi baru yang sedikitnya Rp1.539,2 triliun per September 2026.

Hal ini diungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Jakarta, Senin 19 Oktober 2026.

Penanaman modal asing (PMA), katanya, mencatat realisasi investasi tertinggi dengan nilai Rp777,8 triliun setara 50,5 persen, lebih tinggi dibanding penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp761,4 triliun setara 49,5 persen.

Realisasi investasi tersebut, katanya, sudah memenuhi 75,4 persen dari target yang dipatok oleh pemerintah sepanjang tahun 2026.

Luar Pulau Jawa menjadi tempat realisasi investasi terbesar, mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen dari total investasi, sedangkan realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp759,8 triliun setara 49,4 persen.

Singapura

Dalam catatan Kementerian Investasi dam Hilirisasi/BKPM, negara Singapura menjadi penyumbang PMA tertinggi di Indonesia. Investasi mereka mencapai 14 miliar dolar AS setara 29,6 persen.

Setelah Singapura adalah Hong Kong 12,8 miliar dolar AS setara 27,2 persen, dan ketiga China 5 miliar dolar AS setara 10,5 persen.

Sektor hilirisasi kebagian investasi Rp480 triliun. Sektor mineral yang mencakup nikel, bauksit, besi baja, tembaga, hingga pasir silica mencapai Rp335,1 triliun.

Sektor perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.***