Oleh Teguh Anantawikrama*

JAKARTA, KAKINEWS.ID – Kepercayaan dunia usaha memiliki bentuk yang konkret: keberanian menanamkan modal, membangun pabrik, mengembangkan teknologi, dan membuka lapangan kerja.

Di balik setiap keputusan investasi terdapat perhitungan mengenai kepastian kebijakan, potensi pasar, serta keyakinan terhadap masa depan sebuah negara.

Karena itu, perkembangan investasi patut dibaca sebagai salah satu ukuran penting kepercayaan terhadap Indonesia, sekaligus sebagai tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan memberikan manfaat yang semakin luas.

Dalam laporannya di Hambalang pada 31 Oktober 2026, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa investasi penanaman modal dalam negeri mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan kontribusi lebih dari separuh total investasi nasional.

Angka yang disampaikan tersebut menunjukkan besarnya peran pengusaha Indonesia dalam menopang pembangunan dan ketahanan ekonomi.

Dunia usaha nasional mengambil bagian melalui keputusan investasi yang mengandung risiko, komitmen, dan orientasi jangka panjang. Sumber: Sekretariat Presiden.

Bagi saya, pesan terpenting dari perkembangan ini adalah bahwa pengusaha Indonesia memiliki keyakinan terhadap masa depan negerinya sendiri. Kepercayaan tersebut merupakan modal pembangunan yang harus dipelihara. Pemerintah perlu menjawabnya dengan kebijakan yang konsisten, pelayanan yang dapat diandalkan, dan penyelesaian hambatan usaha yang nyata.

Dunia usaha, pada saat yang sama, harus menerjemahkan kepercayaan itu menjadi produktivitas, inovasi, dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Bahan laporan Rapimnas KADIN Indonesia 2026 yang menjadi dasar tulisan ini mencantumkan 39 proyek investasi nasional dan asing dalam kategori diresmikan atau mulai beroperasi pada Oktober 2024–Oktober 2026. Cakupannya luas: energi, pengolahan mineral, otomotif, baterai, infrastruktur digital, konektivitas, petrokimia, alat kesehatan, hingga daur ulang. Daftar tersebut menggambarkan keluasan agenda pembangunan kapasitas ekonomi Indonesia. Namun, peresmian dan dimulainya operasi perlu dibaca sesuai tahapan masing-masing proyek; keduanya tidak selalu berarti seluruh kapasitas produksi telah berjalan penuh.

Investasi juga merupakan proses lintas tahun. Sebuah fasilitas yang diresmikan hari ini dapat melalui perencanaan, pembiayaan, perizinan, dan konstruksi sejak beberapa tahun sebelumnya.

Karena itu, capaian dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo patut diapresiasi sebagai bagian dari kemampuan menjaga kesinambungan pembangunan, menyelesaikan pekerjaan, serta membawa investasi menuju tahap yang menghasilkan manfaat ekonomi. Kesinambungan itulah yang memberi investor alasan untuk terus berkomitmen.

Tantangan berikutnya adalah memperkuat hubungan antarinvestasi tersebut. Pembangkit listrik, kawasan industri, pabrik kendaraan, industri baterai, pusat data, dan jaringan transportasi harus saling mendukung.

Energi yang andal membantu industri berproduksi secara kompetitif. Konektivitas memperluas jangkauan pasar. Infrastruktur digital meningkatkan efisiensi dan membuka ruang inovasi.

Ketika hubungan ini dibangun secara sengaja, investasi dapat memperbesar kemampuan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Dalam hilirisasi, misalnya, ukuran keberhasilan perlu bergerak menuju penguasaan kemampuan industri. Indonesia membutuhkan tenaga teknik, pemasok komponen, jasa rekayasa, penelitian terapan, serta perusahaan nasional yang mampu memenuhi standar global.

Setiap investasi besar seharusnya membuka ruang pembelajaran dan peningkatan kemampuan tersebut. Dengan demikian, nilai tambah yang tinggal di Indonesia semakin besar, dan pelaku usaha nasional memperoleh posisi yang semakin kuat dalam rantai produksi.

Hal yang sama berlaku bagi kendaraan listrik, baterai, dan infrastruktur digital. Kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan industri masa depan disertai kesempatan bagi insinyur, pengembang perangkat lunak, produsen komponen, serta penyedia jasa Indonesia.

Kemitraan dengan investor asing dapat menjadi jalan untuk memperluas akses teknologi dan pasar, apabila didukung kesiapan sumber daya manusia serta agenda pengembangan industri nasional yang jelas.

Di sinilah ekonomi kerakyatan harus mendapat bentuk operasional. Investasi berskala besar perlu mempunyai hubungan usaha yang nyata dengan UMKM dan perusahaan daerah.

Pelaku usaha lokal membutuhkan informasi kebutuhan pengadaan, pendampingan mutu, akses pembiayaan, serta kesempatan mengikuti proses seleksi pemasok yang transparan.

Pembayaran yang tepat waktu juga menentukan apakah sebuah kemitraan membantu usaha kecil bertumbuh atau justru membebani arus kasnya.

Bagi Gerakan Nasional UMKM Bangkit, agenda ini sangat relevan. UMKM naik kelas ketika memperoleh pelanggan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk, dan mampu memperbesar skala usaha secara sehat.

Karena itu, kemitraan dengan industri perlu dirancang sebagai hubungan bisnis yang saling menguntungkan. Program pelatihan akan lebih bermakna apabila terhubung dengan kebutuhan pembeli dan peluang kontrak yang konkret.

Kadin memiliki peran strategis untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Jaringan Kadin di daerah dapat memetakan kemampuan pemasok lokal, sementara perusahaan besar menjelaskan standar, volume, serta kebutuhan pengadaannya. Pemerintah dapat membantu mengatasi hambatan sertifikasi, pelatihan, dan pembiayaan.

Rapimnas menjadi makin bermakna apabila menghasilkan tindak lanjut yang dapat diukur: kemitraan yang terbentuk, pemasok yang lolos kualifikasi, serta usaha daerah yang memperoleh pasar baru.

Kepercayaan investor juga harus dijaga melalui perbaikan tata kelola. Kepastian waktu perizinan, keselarasan kebijakan pusat dan daerah, serta kejelasan pelaksanaan aturan sangat memengaruhi keputusan usaha.

Transformasi digital pemerintah seharusnya membantu mengurangi pengulangan dokumen, memperjelas status permohonan, dan mempercepat penyelesaian kendala. Pelaku usaha membutuhkan proses yang dapat dipantau dan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada saat yang sama, investasi berkualitas menuntut perhatian terhadap keselamatan kerja, lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Pengelolaan dampak yang baik memperkuat keberlanjutan operasi sekaligus kepercayaan publik. Keberhasilan sebuah proyek akan semakin kokoh apabila masyarakat merasakan manfaatnya melalui pekerjaan yang layak, peningkatan keterampilan, dan tumbuhnya kegiatan ekonomi setempat.

Saya melihat momentum investasi ini sebagai kesempatan untuk mempertemukan dua cita-cita: ekonomi kerakyatan dan Indonesia yang mendunia.

Pengusaha daerah harus memperoleh ruang untuk berkembang, UMKM harus mempunyai jalan untuk naik kelas, dan perusahaan nasional harus membangun kemampuan bersaing di pasar global. Ketiganya dapat tumbuh dalam satu ekosistem apabila kebijakan dan kemitraan diarahkan secara konsisten.

Kepercayaan dunia usaha telah dinyatakan melalui komitmen modal. Tugas kita adalah mengubahnya menjadi kemampuan produksi, pekerjaan berkualitas, dan kesejahteraan yang semakin merata.

Pada akhirnya, arti terpenting investasi akan terlihat dalam kehidupan masyarakat: anak muda yang memperoleh pekerjaan, usaha kecil yang mendapatkan pasar, serta keluarga yang memiliki masa depan lebih baik.

Di situlah kepercayaan kepada Indonesia menemukan hasilnya.***

*Teguh Anantawikrama ialah Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Teknologi dan Transformasi Digital

Artikel opini tersebut tidak mewakili pandangan redaksi