KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Persoalan sampah yang tak kunjung usai di Kota Banjarmasin mulai disasar dari akar paling mendasar, yakni edukasi sejak usia dini.

Ketua TP PKK Banjarmasin, Neli Listriani, turun langsung memberikan edukasi kepada pelajar SDN Gadang 2 terkait pentingnya memilah sampah hingga pemanfaatan teknologi sederhana, seperti mesin pencacah plastik, Jum’at (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Taman Rekreasi dan Edukasi Jahri Saleh ini menekankan bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil yang ditanamkan sejak dini.

“Kami dorong anak-anak menjadi agen perubahan dari sekolah. Mereka harus terbiasa memilah sampah dan memahami bahwa sampah memiliki nilai guna,” ujar Neli.

Tak hanya sebatas teori, para siswa juga diajak praktik langsung menggunakan mesin pencacah plastik. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena siswa dapat melihat secara nyata bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai.

Suasana kegiatan dikemas secara atraktif dengan diawali Senam Anak Indonesia Hebat, sehingga edukasi terasa lebih menyenangkan dan tidak kaku. Neli pun turut berbaur bersama para siswa, menciptakan interaksi yang hangat dan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menilai langkah tersebut sebagai pendekatan strategis dalam membangun karakter generasi muda.

“Edukasi lingkungan harus menjadi bagian dari keseharian siswa. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga pembentukan tanggung jawab sejak dini,” katanya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara TP PKK, sekolah, dan berbagai pihak akan terus diperkuat guna menciptakan budaya baru di masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

“Penanganan sampah tidak hanya di hilir, tetapi juga dari hulu. Kami mendorong kolaborasi untuk membangun kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” tutup Ryan.