Seorang ibu terpaksa melahirkan di tengah perjalanan akibat sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak parah. ( Foto : Istimewa)

KAKINEWS, BANJAR – Sebuah peristiwa mengharukan sekaligus memprihatinkan terjadi di jalan penghubung Gunung Ulin menuju Desa Rejosari, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Seorang ibu terpaksa melahirkan di tengah perjalanan akibat sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak parah.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah sunyinya jalan desa yang selama ini dikenal dalam kondisi berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui kendaraan. Saat hendak menuju fasilitas kesehatan untuk proses persalinan, perjalanan yang seharusnya cepat berubah menjadi darurat ketika sang ibu tidak lagi mampu menahan kontraksi.

Tanpa kehadiran tenaga medis dan jauh dari fasilitas kesehatan yang memadai, proses persalinan akhirnya terjadi di tengah jalan dengan bantuan warga yang berada di sekitar lokasi. Situasi tersebut menjadi momen menegangkan sekaligus memilukan bagi masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Kondisi jalan penghubung Gunung Ulin–Rejosari sendiri telah lama dikeluhkan warga. Infrastruktur yang rusak membuat mobilitas masyarakat menjadi sangat terbatas, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti sakit, kecelakaan, maupun persalinan.

Warga setempat menyebutkan bahwa jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Mataraman. Namun hingga kini, kerusakan jalan dinilai belum mendapatkan penanganan serius.

Selain infrastruktur jalan yang memprihatinkan, jarak menuju fasilitas kesehatan juga menjadi kendala bagi masyarakat di wilayah tersebut. Minimnya akses pelayanan kesehatan membuat warga kerap kesulitan mendapatkan pertolongan medis dengan cepat.

Peristiwa seorang ibu yang melahirkan di tengah jalan ini pun menjadi sorotan masyarakat. Banyak pihak berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki akses jalan dan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga desa.

Masyarakat menilai pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan dan akses menuju layanan kesehatan, merupakan kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.