JAKARTA, KAKINEWS.ID  —Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan. Hingga Jumat malam, 11 September 2026, Kalimantan Tengah mencatat 271 hotspot high confidence, disusul Kalimantan Barat 51 titik dan Kalimantan Selatan 47 titik.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan, pemerintah terus memperkuat pengendalian karhutla melalui pemantauan hotspot, patroli, groundcheck, hingga pemadaman di lapangan.

Menurutnya, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan terjadinya kebakaran. Setiap indikasi anomali panas tetap harus diverifikasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck di lapangan,” ujar Ristianto. Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9/2026).

Selain di Kalimantan, pemantauan menunjukkan hotspot di sejumlah wilayah Sumatera. Riau dan Jambi tercatat nihil hotspot high confidence, sedangkan Sumatera Selatan mengalami penurunan dari 34 menjadi 11 titik.

Ristianto menyampaikan, pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu bersama Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak.

Upaya tersebut meliputi patroli, groundcheck, pemadaman darat, penyekatan, mopping up, serta pendinginan di lokasi yang telah terbakar.

Dukungan operasi udara juga diperkuat melalui bantuan Pemerintah Jepang berupa tiga helikopter CH-47 Chinook di Kalimantan Barat untuk mendukung water bombing. Armada tersebut melengkapi 53 armada udara yang telah disiagakan pemerintah.

Pemerintah juga tetap menyiagakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan potensi awan dalam membantu pembasahan lahan dan mengendalikan karhutla.

Sementara itu, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih menjadi perhatian. Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang, namun terdapat wilayah yang masuk kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, bahkan berbahaya.

Ristianto mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran kepada petugas atau Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.