
JAKARTA, KAKINEWS.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Kebakaran melanda lahan di Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kamis (10/9) malam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, titik api terpantau sekitar pukul 18.50 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektare. Tim pemadam kebakaran bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Jumat (11/9), sementara kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, terutama di tengah kondisi hidrometeorologi kering.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan sejak dini,” kata Berton dalam keterangan BNPB, Sabtu (12/9).
Menurutnya, karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial di wilayah terdampak.

BNPB juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan.
“Masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwenang,” ujar Berton.
Selain di Mahakam Ulu, BNPB mencatat karhutla terjadi di Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah, dengan luas lahan terbakar 3,6 hektare. Kebakaran juga terjadi di Kota Parepare dan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, masing-masing sekitar satu hektare dan dua hektare.







