
KAKINEWS, BANJARMASIN – Sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan bisnis batu bara senilai Rp7,9 miliar dengan terdakwa Richard Arief Muljadi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin pada Rabu (6/8/2026), dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang mengungkap aliran dana Rp3 miliar dari PT Semesta Borneo Abadi (SBA).
Persidangan Agenda Pemeriksaan terdakwa Richard Arief Muljadi diketuai Majelis Hakim Asni Meriyenti SH, MH didampingi Rustam Parluhutan SH, MH dan Maria SH.
Sedangkan JPU: Ernawati SH dan Noni SH (Kejati Kalimantan Selatan).
Saat persidangan terdakwa didampingi Penasihat Hukum.Candra SH.
Fakta yang Terungkap di Persidangan terutama terkait Aliran Dana Rp3 Miliar:

Terdakwa mengakui tahu bahwa dana Rp3 miliar yang masuk berasal dari Isnan Fulanto (Direktur PT SBA) untuk pembayaran batu bara.
Transit Rekening: Uang ditransfer ke rekening Ayu Tantri terlebih dahulu sebelum masuk ke PT Aditya Global Mining (PT Aglomin) karena kendala beda bank.
Penggunaan Dana sebesar Rp2,3 miliar dibayarkan kepada pemilik atas nama berinisial H sebagian dikirim ke rekening keluarga terdakwa, dan Rp700 juta disebut diminta oleh Rendy Aditya Utama untuk pengurusan izin IUP yang mati.
Perjanjian Belum Terealisasi: Pertemuan mediasi antara korban, terdakwa, dan Rendy sempat menghasilkan surat perjanjian bersama penyelesaian pasokan satu tongkang batu bara, namun hingga kini belum terpenuhi.Latar Belakang PerkaraKerjasama Awal: Richard (Komisaris PT Magnus Neotech Dynaco) bekerja sama dengan Rendy (Direktur Utama PT Aglomin) lewat akta 3 Mei 2024 dengan modal kerja Rp4,45 miliar dan pinjaman Rp3 miliar.Pengawasan Keuangan: Ayu Tantri dijadikan Komisaris Utama PT Aglomin untuk memegang kendali rekening BCA atas nama PT Aglomin.Keterlibatan Korban: Akhir September 2024, disepakati surat pernyataan bersama pelunasan jual beli batu bara yang melibatkan PT SBA dan PT Aglomin, tetapi pasokan batu bara tidak kunjung terealisasi.Apakah Anda ingin saya menyesuaikan draf rilis ini dengan format siaran pers resmi (press release) untuk media massa atau dengan gaya berita investigasi?





