
KAKINEWS.ID, JOGJAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendesak operasi salvage KM Virgo Transport 8 segera dilakukan. Kondisi bangkai kapal yang kini dalam posisi terbalik dan telah menyentuh dasar laut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pengangkatan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan KM Virgo memiliki panjang hampir 120 meter, lebar 21 meter, dan tinggi sekitar 18 meter. Kapal saat ini berada dalam posisi terbalik dan sudah menyentuh dasar laut.
“Yang kita lihat kondisi kapal (KM Virgo) panjangnya hampir 120 meter, lebarnya 21 meter dengan tinggi kira-kira 18 meter dalam kondisi kebalik dan dia juga sudah menyentuh tanah,” ujar Syafii di Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurut Syafii, kondisi tersebut membuat proses pengapungan dan pembalikan kapal tidak bisa dilakukan secara sederhana. Tahapan awal yang harus dilakukan adalah mengapungkan kapal, kemudian memasang belt di sekeliling badan kapal sebelum dilakukan penarikan atau pembalikan sesuai kajian teknis.
Basarnas bahkan membuka kemungkinan melibatkan negara lain yang memiliki kemampuan teknis untuk membantu proses pengapungan KM Virgo.

Syafii menegaskan percepatan salvage menjadi penting karena masih terdapat korban yang diduga berada di dalam bangkai kapal. Pengangkatan kapal diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi tim SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
“Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban, kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto menyebut Kementerian Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada pihak asuransi Protection and Indemnity (P&I) terkait lambatnya pelaksanaan salvage.
KSOP Banjarmasin juga telah memberikan teguran kedua kepada pemilik KM Virgo agar segera melaksanakan pengangkatan bangkai kapal.
Pihak P&I disebut masih melakukan proses penunjukan mitra pelaksana salvage. Berdasarkan informasi yang diterima KSOP, penunjukan mitra tersebut dijadwalkan dilakukan pada Rabu.
Sementara itu, Basarnas sebelumnya menyebut kondisi kapal yang miring dan tidak stabil membuat penyelam tidak dapat mengakses seluruh bagian kapal dengan aman. Percepatan salvage dinilai akan membantu tim SAR menjangkau ruangan-ruangan yang sebelumnya sulit dimasuki.
Pada perkembangan operasi SAR hari ke-16, sebanyak 179 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Rinciannya, 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia, sementara 64 orang masih dalam pencarian.
Basarnas memastikan operasi pencarian tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, sembari mendorong agar proses salvage segera dilaksanakan untuk membuka akses terhadap bagian kapal yang belum dapat dijangkau tim penyelam.








