
KAKINEWS.ID, KENDARI – Jelang pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang akan digelar 12 September 2026, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kendari terus mematangkan berbagai persiapan.
Pelantikan dan Rakerda dijadwalkan berlangsung di Same Hotel Kendari. Selain memastikan kesiapan teknis, jajaran panitia dan pengurus inti juga memperkuat konsolidasi dengan organisasi kepemudaan, termasuk Cipayung Plus Kota Kendari.
Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk memastikan KNPI tidak sekadar menjadi organisasi yang menjalankan agenda seremonial, tetapi mampu hadir sebagai wadah bersama yang melahirkan gagasan dan program nyata bagi pemuda serta masyarakat.
Ketua DPD KNPI Kota Kendari, Muhammad Maulana Ali Syaputra, menegaskan keberhasilan pelantikan dan Rakerda membutuhkan kerja kolektif, sinergitas, dan kolaborasi seluruh elemen kepemudaan.
“Saya yakin, dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif, KNPI Kota Kendari dapat tumbuh sebagai tempat lahirnya para pemimpin masa depan yang siap membawa daerah ini semakin maju dan bermartabat,” tegas Maulana.

Menurut Maulana, pemuda harus ditempatkan sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, KNPI harus mampu membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk berkolaborasi dan menyatukan gagasan.
“Dengan semangat sinergi dan kerja bersama, KNPI Kota Kendari dapat tumbuh dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah, menjadikan generasi muda sebagai motor penggerak perubahan dan kemajuan Kota Kendari,” ujarnya.
Ia menilai KNPI memiliki posisi penting sebagai ruang berhimpun berbagai organisasi kepemudaan. Posisi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kaderisasi sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas, gagasan, dan kepedulian terhadap persoalan daerah.
“KNPI merupakan tempat berkiprah bagi berbagai organisasi kepemudaan dan harus terus tumbuh sebagai laboratorium kaderisasi bagi pemuda Kota Kendari,” kata Maulana.
Maulana yang juga merupakan anggota DPRD Kota Kendari berharap kepemimpinannya di KNPI mampu membawa organisasi tersebut semakin progresif dan memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh pemuda maupun masyarakat.
Ia menegaskan, agenda Rakerda harus menjadi ruang untuk menyusun program kerja yang konkret, terukur, dan tidak berhenti pada kepentingan internal organisasi.
“Makanya kami ke depan, dalam merencanakan program adalah hal-hal yang bersentuhan langsung, tidak hanya untuk kemajuan pemuda tetapi juga yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Kami akan terus memperkuat kolaborasi bersama stakeholder sebagai mitra kritis dan strategis,” tegasnya.
Bagi Maulana, KNPI harus mampu menjadikan perbedaan latar belakang organisasi sebagai kekuatan, bukan sekat. Seluruh elemen pemuda harus memiliki ruang yang sama untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan Kota Kendari.
“KNPI harus menjadi wadah bersama, rumah besar bagi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun kelompok, tetapi tetap mempunyai tujuan, visi, dan semangat untuk kemajuan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, KNPI tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpulnya organisasi kepemudaan. Lebih dari itu, KNPI harus mampu menjadi wadah pemersatu yang menghasilkan gagasan dan kerja nyata.
“KNPI wajib menjadi wadah pemersatu yang melahirkan gagasan-gagasan konkret untuk mendorong kesejahteraan di daerah,” tandas Maulana.
Pelantikan dan Rakerda DPD KNPI Kota Kendari pada 12 September 2026 dijadwalkan dihadiri Wali Kota Kendari, Ketua DPD KNPI Sulawesi Tenggara yang juga Bupati Buton, unsur Cipayung Plus Kota Kendari, organisasi kepemudaan, stakeholder, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda pergantian dan pengukuhan kepengurusan, tetapi menjadi titik awal penguatan konsolidasi pemuda serta lahirnya program-program strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi Kota Kendari.







