KAKINEWS.ID, JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pemalang terus membuka tabir dugaan praktik korupsi yang diduga mengakar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Tak hanya menyasar kepala daerah, penyidik kini memboyong tujuh pejabat yang merupakan bagian dari lingkaran kekuasaan Bupati Anom Widiyantoro ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Langkah KPK membawa para pejabat tersebut ke Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa penyidikan tidak berhenti pada operasi penangkapan semata. Penyidik kini bergerak mengurai dugaan jaringan yang diduga terlibat dalam praktik penerimaan proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.

Tujuh orang yang dibawa ke Jakarta merupakan pejabat dan orang-orang yang memiliki posisi strategis di pemerintahan daerah. Mereka adalah Sekretaris Daerah Pemalang Bagus Sutopo, Ketua TP PKK sekaligus istri Bupati Noor Faizah Maenofie, Camat Pemalang Prasetyo Widyatmoko, orang kepercayaan bupati Haris Jayantaka, Kepala DPUPR Joko Tri Asmoro, ajudan Ketua TP PKK Fera, serta Kabag Umum Setda Pemalang Eko Daryanto.

Mereka sebelumnya menjalani pemeriksaan intensif selama belasan jam di Polres Pemalang. Seusai pemeriksaan, satu per satu langsung digiring menuju bus yang telah disiapkan KPK untuk diberangkatkan ke Jakarta. Proses tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat.

Masuknya nama Sekretaris Daerah, Kepala DPUPR, hingga istri bupati dalam rombongan yang dibawa ke Gedung Merah Putih menunjukkan penyidikan telah menyentuh pusat pengambilan keputusan di lingkungan Pemkab Pemalang.

KPK diduga sedang menelusuri bagaimana dugaan praktik korupsi tersebut dijalankan, siapa saja yang mengetahui, menikmati, maupun berperan dalam aliran uang yang kini tengah ditelusuri penyidik.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Pemalang Supaat juga diperiksa selama sekitar 12 jam. Namun, ia tidak ikut diberangkatkan ke Jakarta. Kepada awak media, Supaat mengaku penyidik mendalami tugas pokok, kewenangan, hingga berbagai kegiatan di dinas yang dipimpinnya. Ia menolak menjelaskan lebih jauh materi pemeriksaan.

Sebelumnya, KPK menegaskan OTT di Kabupaten Pemalang berkaitan dengan dugaan korupsi proyek pemerintah dan praktik jual beli jabatan. Dalam operasi tersebut, penyidik juga mengamankan uang tunai lebih dari Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Dengan diboyongnya tujuh pejabat strategis tersebut ke Jakarta, perhatian kini tertuju pada langkah lanjutan KPK. Pemeriksaan di Gedung Merah Putih diperkirakan akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut dimintai pertanggungjawaban pidana apabila ditemukan alat bukti yang cukup.