KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dapat melampaui 100 persen. Optimisme itu didukung capaian sejumlah sektor pendapatan yang terus menunjukkan tren positif, bahkan salah satunya telah melampaui target.

Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengatakan hingga 17 Juli 2026 realisasi pendapatan daerah telah mencapai 59,33 persen dari target tahunan.

Rinciannya, realisasi PAD telah mencapai 53,85 persen, pendapatan transfer dari pemerintah pusat 52,93 persen, serta transfer dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 92,59 persen.

“Dari target PAD sebesar Rp605,8 miliar, realisasinya sudah mencapai sekitar Rp306,1 miliar,” ujar Edy, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, penerimaan dari pajak daerah telah terealisasi sebesar 49,59 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai 79,83 persen, sedangkan lain-lain PAD yang sah telah melampaui target dengan realisasi 104,95 persen.

Menurut Edy, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pendapatan daerah masih berpotensi terus meningkat pada semester kedua tahun ini.

“Kami optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai, bahkan lebih dari 100 persen. Masih ada sejumlah sektor yang potensinya sangat besar dan diperkirakan mengalami peningkatan signifikan pada semester kedua,” katanya.

BPKPAD menilai sejumlah sektor masih menjadi penyumbang utama peningkatan PAD, di antaranya pajak restoran atau makan minum, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak hiburan, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

“Kami optimistis sektor-sektor itu akan mendongkrak realisasi PAD hingga akhir tahun,” pungkas Edy.