KAKINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa diusut secara menyeluruh dan objektif.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Presiden meminta Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam penanganan lanjutan kecelakaan kapal tersebut.

Selain proses pencarian dan penanganan korban, Prabowo menekankan agar hak-hak keluarga korban dipastikan terpenuhi.

“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” ujar Prabowo.

Investigasi tersebut juga diminta melibatkan unsur Polri dan TNI.

Dalam rapat itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i menyampaikan laporan mengenai kronologi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kapal tersebut berangkat pada 13 September 2026 dengan membawa 243 orang serta 89 kendaraan.

Sekitar pukul 01.00, kapal dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk berupa gelombang kuat dan angin kencang.

Sekitar satu jam kemudian, kondisi kapal disebut mengalami kemiringan berat. Tidak lama berselang, komunikasi dengan kapal terputus.

Basarnas kemudian mengaktifkan operasi SAR pada pukul 04.10 untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap penumpang serta kru kapal.

Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut memberikan bantuan evakuasi. Di antaranya MT Mauhau, TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari dan kapal nelayan Sri Asih.

Dari operasi penyelamatan pada hari pertama, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara enam korban lainnya ditemukan meninggal dunia.

“Jadi total korban yang terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban,” kata Mohammad Syafi’i.

Memasuki hari keempat operasi SAR, pencarian masih dilakukan melalui jalur udara dan laut. Basarnas juga menyiapkan operasi bawah air dengan dukungan KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Tiga tim disiapkan untuk operasi bawah air. Satu tim berasal dari Basarnas Special Group, sedangkan dua tim lainnya merupakan unsur TNI Angkatan Laut dari pasukan katak dan penyelam khusus.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pencarian korban sekaligus mendeteksi keberadaan badan kapal yang berada di bawah permukaan laut.

Presiden Prabowo meminta seluruh proses penanganan kecelakaan dilakukan secara terkoordinasi, sementara investigasi mendalam diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8.