Jakarta, Kakinews  – Pusaran dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin memanas. Di tengah gelombang sorotan publik terhadap penggunaan anggaran jumbo program unggulan pemerintah tersebut, beredar luas daftar nama pejabat, aparat hingga politisi yang diklaim memiliki keterkaitan dengan dugaan praktik korupsi MBG.

Merespons viralnya daftar tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya angkat bicara. Namun, pernyataan lembaga antirasuah itu justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik yang menuntut transparansi dan pengungkapan aktor-aktor besar di balik dugaan penyimpangan program bernilai triliunan rupiah tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan setidaknya dua versi informasi yang beredar di media sosial. Salah satu daftar bahkan mencatut nama pimpinan KPK sebagai pihak yang dikaitkan dengan perkara MBG.

“KPK memantau setidaknya ada dua informasi yang beredar di berbagai media sosial. Informasi pertama menyebut sejumlah pihak dikaitkan dengan perkara MBG, salah satunya pimpinan KPK,” kata Budi kepada Kakinews, Kamis (11/6/2026).

Menurut Budi, daftar kedua yang beredar disebut lebih rinci karena memuat dugaan peran masing-masing pihak serta sumber informasi yang diklaim menjadi dasar penyusunannya. Namun dalam daftar tersebut, nama pimpinan maupun pegawai KPK tidak tercantum.

“Pada informasi kedua ini tidak ada unsur pimpinan ataupun insan KPK di dalam daftar nama yang beredar,” ujarnya.

Meski demikian, klarifikasi KPK belum menjawab substansi utama yang kini menjadi perhatian publik, yakni siapa sebenarnya pihak-pihak yang diduga terlibat dalam skandal MBG dan sejauh mana proses penegakan hukum sedang berjalan.

Desakan agar KPK, Kejaksaan Agung, dan aparat penegak hukum lainnya membuka secara transparan perkembangan penanganan perkara MBG terus menguat. Banyak pihak menilai munculnya berbagai daftar nama di ruang publik merupakan konsekuensi dari minimnya informasi resmi mengenai arah penyidikan dan pihak-pihak yang telah diperiksa.

Program MBG yang sejak awal digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi nasional kini justru menghadapi ujian serius akibat dugaan penyimpangan anggaran, konflik kepentingan, hingga indikasi permainan proyek di sejumlah daerah.

Di tengah derasnya spekulasi, KPK meminta masyarakat tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar tanpa verifikasi. Namun publik juga berharap lembaga antirasuah tidak berhenti pada imbauan semata, melainkan segera mengungkap fakta hukum secara terang-benderang agar polemik daftar nama misterius tersebut tidak terus berkembang menjadi bola liar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mencermati dengan baik dan proporsional setiap informasi yang beredar di media sosial yang belum teruji kebenarannya,” kata Budi.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah berikutnya dari aparat penegak hukum.

Sebab yang paling ditunggu bukan lagi sekadar bantahan atau klarifikasi, melainkan keberanian mengungkap siapa saja aktor yang menikmati keuntungan dari dugaan korupsi program yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan gizi jutaan anak Indonesia.