Sebanyak delapan orang yang terdiri atas lima wartawan dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat menaiki speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Basarnas Banten memperluas pencarian pada hari kedua dengan membagi wilayah operasi menjadi empat sektor.

Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Banten Rizki mengatakan pembagian sektor disesuaikan dengan empat armada laut yang dikerahkan dalam operasi pencarian. Empat armada tersebut yakni KN SAR Tetuka, KAL Anyer milik TNI Angkatan Laut, RIB 02 Kantor SAR Banten, dan RIB 02 Kantor SAR Lampung.

“Alut laut yang kita gunakan ada kapal KN SAR Tetuka, kemudian KAL Anyer milik TNI Angkatan Laut, kemudian RIB 02 Kantor SAR Banten dan RIB 02 Kantor SAR Lampung,” kata Rizki di Posko SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Pandeglang, dikutip voi.id, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Rizki, rencana pembagian sektor masih disusun oleh tim operasi Kantor SAR Banten. Luasan dan arah penyisiran akan disesuaikan dengan kondisi perairan serta kemampuan masing-masing armada.

“Tim yang ada di Kantor SAR Banten sedang membuat rencana operasi yang nantinya akan kita bagi empat sektor karena alut laut yang tersedia ada empat,” ujarnya.

Pada pencarian hari pertama, Tim SAR Gabungan memprioritaskan penyisiran perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, pencarian tidak dilakukan hingga radius tiga kilometer dari gunung api tersebut karena mengikuti rekomendasi keselamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Area pencarian hari ini kita optimalkan di sekitar area Gunung Anak Krakatau. Sesuai rekomendasi PVMBG, tidak boleh melaksanakan aktivitas di radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, sehingga di luar tiga kilometer kita melaksanakan pencarian,” jelas Rizki.

Hingga pukul 22.00 WIB, KN SAR Tetuka belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya. Setelah melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian, kapal kemudian bergerak dan bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon.

Delapan orang yang hilang kontak tersebut terdiri atas tiga awak kapal dan lima jurnalis. Tiga awak kapal yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu atau guide.

Sementara lima lainnya merupakan jurnalis dari sejumlah media, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Laporan mengenai hilang kontaknya speedboat tersebut diterima tim SAR pada Selasa. Setelah menerima informasi, Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak menuju lokasi sekitar pukul 14.15 WIB.

Tim kemudian melakukan penyisiran ke arah Gunung Anak Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speedboat.

RIB 02 Banten turut melakukan pencarian di perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga operasi hari pertama ditutup, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.

Untuk memperkuat pencarian, KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian pada sore hari. Sekitar pukul 21.05 WIB, kapal tiba di perairan Sangiang, tetapi tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang.

KN SAR Tetuka kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sembari tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual. Kapal tiba dan bersandar di Dermaga Pelabuhan Ciwandan pada pukul 22.12 WIB.

Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan debriefing pada pukul 22.46 WIB. Hasil evaluasi memutuskan operasi pencarian dilanjutkan pada Rabu, 9 September 2026, dengan pola operasi yang diperluas menjadi empat sektor.

Perluasan wilayah pencarian dilakukan karena operasi berlangsung di perairan terbuka dengan kondisi arus yang dinamis. Tim SAR akan menyesuaikan wilayah penyisiran dengan armada yang tersedia dan hasil evaluasi operasi hari pertama.

Berdasarkan pantauan di Posko SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Selasa malam, sejumlah personel SAR terlihat mendirikan dan menata posko sebagai pusat koordinasi pencarian. Posko tersebut didirikan Kantor SAR Banten untuk mendukung operasi sekaligus mengoordinasikan seluruh unsur yang terlibat.

Basarnas juga membuka layanan informasi bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan delapan orang tersebut. Informasi dapat disampaikan melalui call center 0822-7909-4029.

Dalam operasi hari pertama, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer Unit Siaga SAR Pandeglang, Kantor SAR Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes Polri, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.

Peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Operasi pencarian hari pertama ditutup dengan hasil nihil. Tim SAR Gabungan kembali bergerak pada Rabu dengan memperluas pencarian menjadi empat sektor untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.