
Jakarta, Kakinews – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul akhirnya bersiap mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tengah sorotan tajam terhadap pengadaan program Sekolah Rakyat yang belakangan menuai polemik. Langkah itu dilakukan setelah pengadaan barang dan jasa dalam proyek ambisius Kemensos tersebut menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Gus Ipul mengaku akan melaporkan seluruh proses pengadaan program Sekolah Rakyat kepada pimpinan KPK. Pernyataan itu sekaligus memunculkan sinyal bahwa pemerintah mulai serius merespons kegaduhan publik terkait dugaan potensi penyimpangan dalam proyek yang digadang-gadang untuk masyarakat kecil tersebut.
“Tentu kami terbuka dan, jika ada waktu, besok kami akan bertemu dengan pimpinan KPK untuk melaporkan seluruh proses-proses yang telah kita lewati,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Sorotan terhadap proyek Sekolah Rakyat sebelumnya makin membesar setelah isu pengadaan sepatu siswa senilai Rp700 ribu memicu kontroversi. Publik mempertanyakan transparansi anggaran dan mekanisme pengadaan barang dalam program yang menggunakan uang negara tersebut.
Tak hanya KPK, Kemensos juga mengaku siap membuka diri kepada kejaksaan dan kepolisian. Gus Ipul menegaskan pihaknya siap diaudit demi memastikan tidak ada permainan dalam proyek pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial.

“Ini kesempatan yang baik untuk evaluasi sebelum proses pengadaan barang dan jasa berikutnya dilakukan,” ujarnya.
Pernyataan itu dinilai sebagai upaya meredam tekanan publik yang terus menguat terhadap program Sekolah Rakyat. Pasalnya, selain isu harga pengadaan yang dianggap fantastis, proyek ini juga disebut-sebut menghadapi hambatan dalam pelaksanaannya di lapangan.
Kemensos kini berada dalam sorotan tajam. Transparansi pengadaan hingga penggunaan anggaran program Sekolah Rakyat dipastikan bakal menjadi perhatian publik dan aparat penegak hukum dalam waktu dekat.








Tinggalkan Balasan