KAKINEWS.ID, BANJARMASIN – Data penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih dalam proses pencocokan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin menemukan 22 korban selamat yang identitasnya tidak tercantum dalam manifes kapal yang diterima dari Surabaya.

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan, manifes yang diterima dari Surabaya mencatat total 243 penumpang. Namun, setelah dilakukan pendataan terhadap korban selamat, terdapat 22 orang yang belum ditemukan kecocokan datanya dalam manifes tersebut.

“Data yang ada, sama data yang di manifes, itu ternyata ada 22 orang tidak ada di data manifes kapal yang ada itu. Jadi kita lagi coba mencocokkan,” kata Heri dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan, Senin (21/9/2026).

Menurut Heri, proses pencocokan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat selisih jumlah penumpang atau hanya terjadi perbedaan pencatatan identitas.

Salah satu kemungkinan yang sedang dikonfirmasi adalah penggunaan nama berbeda saat pendataan. Penumpang bisa saja tercatat menggunakan nama panggilan dalam manifes, sedangkan ketika didata setelah dievakuasi menggunakan nama sesuai kartu tanda penduduk (KTP).

“Biasanya kan penumpang itu misalnya dia pakai namanya nama panggilan. Ternyata pada saat di sini namanya sesuai dengan KTP. Nah itu mungkin masih kita coba konfirmasi sama teman-teman nanti di Surabaya,” ujar Heri.

Hingga hari kedelapan operasi SAR, Minggu (20/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 118 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan manifes yang mencatat 243 penumpang, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan.

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal kemudian dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September sekitar pukul 02.00 WITA.

Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari yang sama. Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban masih terus dilakukan.