
KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan program pasar murah akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai langkah pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Pemko Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah tahun 2026 tetap masif seperti tahun sebelumnya yang mencapai ratusan titik pelaksanaan di berbagai wilayah kota.
Plt Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Noorsyahdi, mengatakan pasar murah menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
“Pasar murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, menegaskan upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pasar murah, tetapi juga lewat pemantauan harga di pasar tradisional hingga mendorong masyarakat melakukan penanaman mandiri komoditas konsumtif.

“Melalui Disperdagin dan Bulog kita terus berusaha menekan angka inflasi. Karena memang saat ini inflasi kita masih di atas rata-rata nasional,” kata Dolly saat membuka kegiatan pasar murah di Kecamatan Banjarmasin Barat.
Dalam pelaksanaan pasar murah terbaru di Banjarmasin Barat, pemerintah menyediakan sekitar seribu paket sembako dengan harga di bawah pasaran. Paket gula dan minyak goreng seharga Rp51 ribu menjadi salah satu komoditas yang paling diminati warga.
Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean warga sejak pagi hari demi mendapatkan sembako murah. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan tersebut juga menjadi upaya nyata pemerintah dalam menekan laju inflasi daerah.
“Katanya ada beberapa harga yang naik di pasar. Makanya saya pilih ke sini beli dengan harga murah,” ujar salah seorang warga, Sarianti.
Pemko Banjarmasin berharap program pasar murah dapat terus berjalan sepanjang tahun 2026 dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar stabilitas harga pangan tetap terjaga.






Tinggalkan Balasan