
KAKINEWS.ID, BANJARBARU – Sebanyak 934 peserta asal Kota Banjarmasin resmi dikukuhkan sebagai lulusan Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih Tahun 2026.
Upacara penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Lambung Mangkurat, Markas Komando Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Jumat (31/7/2026), dipimpin langsung oleh Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI-AD Ali Akhwan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR menghadiri prosesi penutupan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rindam XXII/Tambun Bungai atas pelaksanaan pendidikan yang dinilai mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk menggerakkan koperasi di daerah.
“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh alumni SPPI yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Rindam Kalimantan Selatan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Banjarmasin dan Indonesia,” ujar Ichrom.
Ia menambahkan, peserta pendidikan tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis koperasi di wilayah penugasan masing-masing.

Ichrom juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendukung program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan Koperasi Merah Putih.
“Mudah-mudahan program prioritas Presiden terkait Koperasi Merah Putih dapat diimplementasikan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya.
Program SPPI Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk mencetak penggerak koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan komunitas nelayan. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen koperasi, kewirausahaan, digitalisasi, hingga penguatan nilai gotong royong dan kemandirian ekonomi.





