KAKINEWS.ID, BANJARMASIN — Kejuaraan Gulat Wali Kota Cup 2026 berlangsung semarak dengan melibatkan sebanyak 867 peserta dari berbagai kategori usia. Ajang yang digelar di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Tingginya minat peserta disebut menjadi sinyal positif berkembangnya olahraga gulat di Kalimantan Selatan, khususnya di kalangan usia muda. Panitia bahkan harus membatasi jumlah peserta demi menjaga kualitas pertandingan dan faktor keselamatan atlet.

Koordinator kegiatan, Oktoriadi, mengatakan kejuaraan tahun ini memberi perhatian khusus pada pembinaan atlet usia dini dengan membuka kategori anak usia 10 hingga 12 tahun.

“Melalui kejuaraan ini kami ingin mengenalkan olahraga gulat sejak dini sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta kategori U-15 berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, sedangkan kategori usia dini lebih diprioritaskan bagi atlet asal Banjarmasin.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menilai olahraga gulat tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga melatih disiplin dan karakter anak.

“Anak-anak belajar sportivitas, disiplin, dan bagaimana menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang positif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Banjarmasin, Indra Sjafrie, berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi langkah awal mencetak atlet berprestasi hingga tingkat nasional.

Menurutnya, pembinaan berkelanjutan sangat penting agar regenerasi atlet gulat di Kalimantan Selatan terus berjalan.

“Harapan kami, atlet-atlet muda ini nantinya bisa berkembang dan membawa prestasi bagi daerah di level yang lebih tinggi,” tuturnya.